Senin, 12 Jul 2021 14:16 WIB

Berapa Harga Rapid Antigen-PCR Terbaru? Ini Acuan Kemenkes

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
PT Kereta Commuter Indonesia gelar rapid test antigen untuk skrining COVID-19 bagi calon penumpang KRL. Stasiun Manggarai, Jaksel, jadi salah satu lokasi tes antigen. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Kementerian Kesehatan telah menetapkan batas tarif pemeriksaan rapid antigen dan PCR. Berapa harga rapid antigen dan PCR terbaru?

Direktorat Jenderal Pelayanan Masyarakat Kemenkes menetapkan batasan harga rapid antigen tertinggi sebesar Rp 250 ribu untuk Pulau Jawa dan Rp 275 untuk luar Jawa. Sementara untuk harga tes RT-PCR tertinggi sebesar Rp 900 ribu.

Batasan harga PCR tertinggi berlaku bagi masyarakat yang melakukan pemeriksaan sendiri atau mandiri.

"Batasan tarif pemeriksaan ini sebagai bentuk kepastian tarif pemeriksaan rapid antigen melalui pengambilan swab bagi masyarakat dan pemberi layanan, serta memberi jaminan kepada masyarakat agar mudah mendapatkan layanan pemeriksaan rapid antigen-swab," kata Sekretaris Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Azhar Jaya, dalam rilis Kemenkes, dikutip Senin (12/7/2021).

Pemerintah menyebut harga rapid antigen tertinggi hanya berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan atas permintaan sendiri, tidak berlaku bagi fasyankes yang mendapat hibah atau bantuan alat/Reagen/APD/BHP dari pemerintah.

Syarat perjalanan PPKM Darurat

Pada masa PPKM Darurat, pemerintah mewajibkan setiap orang yang akan melakukan perjalanan udara menunjukkan hasil tes swab PCR/Antigen negatif dan bukti sudah divaksinasi

Kemenkes membuka akses bagi operator transportasi udara untuk melakukan pengecekan kesehatan penumpang secara otomatis dengan menunjukkan QR code di aplikasi Pedulilindungi atau menunjukkan nomor NIK di counter check-in, sehingga penumpang tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hardcopy.

Saat ini sudah ada 742 Lab yang terafiliasi dengan Kemenkes dan memasukkan data ke dalam NAR. Hanya hasil swab PCR/Antigen dari lab yang sudah terafiliasi yang bisa dipakai sebagai syarat penerbangan.

"Untuk lab-lab yang belum memasukkan data ke NAR, mulai hari Senin, 12 Juli 2021 hasil swab PCR/antigennya tidak berlaku untuk penerbangan," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Ketentuan harga rapid antigen dan PCR diatur dalam Surat Edaran No HK/02.02/I/4611/2020 yang dikeluarkan pada 18 Desember 2020.



Simak Video "Pelaku Perjalanan Disarankan Tes dengan Rapid Antigen, Bukan GeNose"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)