Senin, 12 Jul 2021 16:31 WIB

Menkes Tukar Dirut RS Dr Sardjito dan RSJ Prof Dr Soerojo

Firdaus Anwar - detikHealth
Relawan membangun tenda barak di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (27/6/2021). Pembangunan tenda barak tersebut untuk melakukan screening dan penampungan sementara pengunjung di Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar tidak terjadi kerumunan serta  mengantisipasi penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc. Tenda UGD RS Dr Sardjito Yogyakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada hari Senin (12/7/2021), melakukan rotasi pejabat tinggi. Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit (RS) Dr Sardjito di Yogyakarta bertukar jabatan dengan Dirut RSJ Prof Dr Soerojo di Magelang.

Dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, dr Rukmono Siswishanto, SpOG, MKes, yang tadinya menjabat sebagai Dirut RS Dr Sardjito Yogyakarta kini bertugas sebagai Dirut RSJ Prof Dr Soerojo Magelang.

Sementara dr Eniarti, MSc, SpKj, MMR, yang tadinya menjabat sebagai Dirut RSJ Prof Dr Soerojo Magelang kini bertugas sebagai Dirut RS Dr Sardjito Yogyakarta.

Menkes Budi mengatakan ini adalah rotasi yang biasa dilakukan untuk penyegaran organisasi. Terlebih saat ini lingkungan Kementerian Kesehatan sedang berada di bawah tekanan akibat pandemi COVID-19.

"Untuk itu di manapun rekan-rekan berada sebagai pimpinan rumah sakit terutama yang merupakan rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan harus dipastikan bahwa tugas utama kita melayani masyarakat sebaik-baiknya, mempersiapkan infrastruktur dengan sebaik-baiknya, dan juga membina semua tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit kita dengan sebaik-baiknya," kata Menkes Budi.

"Oleh karena itu titipan saya kepada para Dirut rumah sakit vertikal yang ada di seluruh Indonesia pastikan bahwa kita meluangkan waktu dan tenaga yang cukup untuk mengantisipasi semua masalah yang mungkin terjadi, dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya terhadap masyarakat yang berada di sekitar kita," pungkasnya.

RS Dr Sardjito Yogyakarta sebelumnya sempat jadi perhatian ketika ada laporan puluhan pasien positif COVID-19 meninggal, diduga karena krisis oksigen. Selain itu pada hari Sabtu (10/7/2021), tenda darurat RS Dr Sardjito juga dilaporkan tergenang air saat hujan deras.



Simak Video "Aplikasi PeduliLindungi Diharapkan Bantu Deteksi Pergerakan Wisatawan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)