Selasa, 13 Jul 2021 17:16 WIB

Dikritik Sana-sini, Kemenkes Bakal Tetap Lanjutkan Vaksin Corona Berbayar!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 massal masih terus digencarkan di Indonesia. Tak hanya sasar orang dewasa, vaksinasi COVID-19 juga sasar anak usia 12 hingga 17 tahun Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan opsi vaksinasi gotong royong individu atau vaksin corona berbayar diambil pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi yang saat ini tengah berjalan. Ia menyebut keputusan ini juga sudah mendapat persetujuan dari banyak pihak.

"Adanya banyak masukan dari masyarakat dalam rangka mempercepat vaksinasi yang sedang kita lakukan saat ini. Kita tahu semakin banyak yang mendapatkan vaksinasi dan semakin cepat pelaksanaan vaksinasi maka laju penularan bisa kita kendalikan," katanya dalam konferensi pers daring Kemenkes, Selasa (13/7/2021).

Pemerintah berdalih vaksinasi gotong royong individu yang rencananya bakal dilakukan oleh Kimia Farma ini juga dilakukan demi mempercepat herd immunity atau kekebalan kelompok agar pandemi Corona lekas berakhir.

Pelaksanaan vaksinasi gotong royong individu disebut tak akan mengganggu jalannya program pemerintah. Nadia mengatakan sifatnya tidak wajib dan tak menghilangkan hak masyarakat mendapatkan vaksin Corona gratis melalui program vaksinasi pemerintah.


"Dari sisi pelaksanaannya vaksin gotong royong tidak akan mengganggu program pemerintah karena jenis vaksin, fasilitas kesehatan, dan tenaga kesehatan akan berbeda. Vaksin yang digunakan di vaksinasi gotong royong individu menggunakan Sinopharm," beber Nadia.

Untuk memastikan jalannya vaksinasi gotong royong individu, Nadia menyebut pemerintah akan mengeluarkan petunjuk teknis yang akan mengatur pelaksanaannya untuk finalisasi.

Tuai Banyak kritikan

Sejak pemerintah memutuskan akan melaksanakan vaksinasi gotong royong individu berbayar pada Sabtu (10/7/2021) lalu, masyarakat sontak dibuat terkejut dengan rencana tersebut. Publik kecewa lantaran vaksinasi awalnya dinyatakan akan diberikan gratis kepada masyarakat, kemudian bisa dijual untuk perorangan.

Hal ini membuat Koalisi Warga Untuk Keadilan Akses Kesehatan membuat petisi untuk mengeluarkan program vaksinasi Corona berbayar untuk individu tersebut. Rencana pemerintah untuk memperbolehkan vaksinasi mandiri dianggap akan menyebabkan ketimpangan yang tinggi dan justru dapat memperpanjang pandemi.

Berdasarkan petisi tersebut, alasan dibukanya vaksin gotong royong individu untuk mencapai herd immunity Corona dinilai tidak benar. Sebab, vaksinasi mandiri akan mempermudah akses pada masyarakat dengan ekonomi ke atas dan kerjasama dengan perusahaan swasta.

Untuk diketahui, program vaksinasi gotong royong individu akan membebankan sejumlah biaya bagi para peminatnya. Harga yang akan dibayar untuk satu dosis adalah Rp 439.570. Pemberian vaksin COVID-19 membutuhkan dua dosis, sehingga harga vaksin dan jasa menjadi Rp 879.140 per orang.



Simak Video "Pandu Riono Desak Permenkes yang Atur Vaksin Berbayar Harus Dihapus"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)