Selasa, 13 Jul 2021 18:34 WIB

Tak Kunjung Reda, India Kini Terancam Gelombang Ketiga Tsunami COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sejumlah warga di India bersikeras menghadiri festival atau tradisi tahunan Rath Yatra ke-144 meski tengah dibayangi ancaman gelombang Covid-19 ketiga. Foto: AP Photo
Jakarta -

India masih dihantui ancaman gelombang tsunami COVID-19. Meski gelombang kedua sempat dikabarkan mereda karena pembatasan mobilitas, kini sejumlah ahli khawatir India tengah menghitung waktu menuju kembalinya gelombang tsunami COVID-19 ketiga.

Mengingat, vaksinasi penuh 2 dosis baru mencapai sekitar 6 persen dari sasaran vaksinasi di India. Sedangkan vaksinasi dosis pertama baru mencapai 22 persen dari populasi sasaran.

Asosiasi Medis India (IMA) menyebut masih banyak masyarakat yang tetap mengadakan pertemuan massal tanpa penerapan protokol kesehatan meski pandemi COVID-19 belum membaik. Padahal, sebagian besar dari masyarakat yang berkerumun tersebut belum menerima vaksin COVID-19.

Maraknya pertemuan tatap muka masyarakat India tersebutlah penyebab potensi besar gelombang ketiga COVID-19 di negara tersebut.

"Menyakitkan saat melihat bahwa baik pemerintah dan masyarakat berpuas diri dan mengadakan pertemuan massal tanpa mengikuti protokol COVID-19," ujar IMA dalam keterangannya, dikutip dari BBC, Selasa (13/7/2021).

Kini, India tercatat memberikan vaksin kepada 4 juta orang setiap harinya. Namun untuk bisa mencapai seluruh sasaran vaksinasi pada akhir 2021, diperlukan 8-9 juta penerima vaksin per harinya.

Sementara itu sejumlah negara bagian melaporkan kekurangan stok vaksin COVID-19. Beberapa pusat vaksin publik di Delhi bahkan tutup setelah kehabisan suntikan.

Kini, pihak berwenang di negara bagian Uttar Pradesh tengah mempersiapkan pengadaan acara keagamaan festival Kanwar Yatra tahunan pada 25 Juli mendatang. Para ahli menegaskan jika acara tersebut tetap diberlangsungkan, diperlukan protokol kesehatan dan keamanan yang ketat.



Simak Video "Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)