Rabu, 14 Jul 2021 06:38 WIB

e-Life

Perut Sixpack Ternyata Dipengaruhi Faktor Genetik

dtv - detikHealth
Jakarta -

Selain untuk meningkatkan imun tubuh, banyak orang berolahraga dengan tujuan untuk meraih bentuk badan impiannya. Misalnya, untuk mewujudkan perut sixpack yang diidamkan.

Akan tetapi, banyak orang yang tidak tahu bahwa sixpack pada setiap orang bentuknya berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik yang bervariasi.

"Aku harus jelasin dulu bahwa untuk sixpack sendiri benar-benar bulat bentukannya enam gitu ya, itu genetik. Dan nggak semua orang bisa bentuknya seperti itu. Ada yang mungkin bentuknya empat, ada yang bentuknya garis, bahkan ada yang delapan," jelas Certified Fitness Coach, Regina Stefani di acara e-Life detikcom.

Tak hanya itu, faktor pendukung lainnya adalah massa lemak tubuh. Untuk mendapatkan sixpack, massa lemak tubuh harus rendah. Hal ini bisa didapatkan melalui kalori defisit, atau keadaan di mana kalori yang masuk ke tubuh lebih kecil daripada kalori yang keluar.

"Tapi bukan berarti musuhan sama gula-gula, garam, dan lain-lainnya. Nggak, nggak ada yang perlu dimusuhin kok. Yang penting, tahu porsinya lah," terang Regina.

Selain itu, perlu diketahui bahwa olahraga di rumah dan di tempat khusus seperti gym atau fitness center akan memberikan hasil yang berbeda pada tubuh. Hal ini dikarenakan terbatasnya alat-alat untuk latihan di rumah. Maka, Regina menyarankan untuk berinvestasi pada alat-alat sederhana seperti dumbbell untuk latihan beban.

"Walaupun progressnya nggak sama, bukan berarti kita tidak bisa mempertahankan rutinitas kita untuk olahraga. Balik lagi kita kan tujuannya untuk meningkatkan imun, melawan pandemi ya kan, mempertahankan kesehatan. Bukan untuk meningkatkan massa otot, untuk menurunkan berat badan," kata Regina.

Bahkan, menurut Regina, kalori defisit tidak disarankan di masa pandemi seperti ini. "Itu justru bisa mengganggu badan kita yang lagi mau meningkatkan imun tubuh. Kita lagi mau sehat kok malah dipaksa untuk olahraga ekstrem, atau dipaksa untuk konsumsinya makanan lebih sedikit," jelas Regina.

Pada akhirnya, Regina menekankan bahwa olahraga sebaiknya didasari oleh motivasi untuk kesehatan terlebih dahulu dan tidak perlu memaksakan untuk mendapatkan hasil yang sama dengan orang lain.

"Nggak perlu, misalnya 'Aku pengen dapatnya six pack kayak Coach Regina'. Sebentar dulu nih, aku hampir setiap hari ketemu dumbbell. Aku hampir setiap hari ke studio, ada fitness studio sendiri gitu. Sementara lifestyle teman-teman itu berbeda. Jadi, aku lebih saranin teman-teman yang sedang ingin membentuk tubuh, atau ingin mendapatkan badan tertentu, itu untuk mengutamakan kesehatan dulu aja. Jadiin badan yang memang versi terbaik, versi tersehat, dan tetap happy," pungkas Regina.

(gah/gah)