Rabu, 14 Jul 2021 06:56 WIB

e-Life

Bisakah Olahraga Kecilkan Bagian Tubuh Tertentu?

dtv - detikHealth
Jakarta -

Banyak orang mengira ada jenis olahraga yang hanya bisa mengecilkan bagian badan tertentu saja (spot reduction). Namun, ternyata hal ini mustahil untuk dilakukan dengan olahraga.

Agar dapat mengecilkan anggota tubuh, perlu terjadi pembakaran lemak. Perlu digarisbawahi bahwa kita juga tidak bisa memilih dan mengatur di anggota tubuh mana pembakaran lemak bakal terjadi. Dengan kata lain, pembakaran lemak terjadi pada keseluruhan tubuh.

"Karena yang mau kita kecilkan atau yang biasanya kita mau hilangin itu kan massa lemaknya ya, sementara kalau misalnya kita olahraga, kita latihan perut, kita latihan tangan, itu yang diasah ototnya, bukan lemaknya kita asah kita kikis, bukan begitu ceritanya," jelas Certified Fitness Coach Regina Stefani di acara e-Life detikcom.

Pembakaran lemak sendiri bisa dicapai dengan melakukan kalori defisit. Kalori defisit adalah suatu keadaan di mana kalori yang masuk ke tubuh lebih sedikit daripada kalori yang dikeluarkan. Akan tetapi, untuk melakukan kalori defisit juga tidak boleh sembarangan karena bisa membahayakan kesehatan sendiri.

"Nah, kalori defisit itu bukan berarti makannya sedikit aja, cuma 1.000 kalori doang, nggak sehat kalau kayak gitu. Nanti malah malnutrisi, dan gizinya malah nggak bagus," kata Regina.

Maka, pola makan dengan gizi seimbang harus tetap diutamakan. Yaitu makanan yang memiliki sumber karbohidrat, lauk-pauk, sayur-mayur, dan buah-buahan.

Sedangkan olahraga yang dilakukan juga perlu disesuaikan dengan kemampuan dan level kebugaran tubuh. "Fokusnya di dua hal. Pertama, kardio, berfungsi untuk pembakaran kalori harian. Misalnya jogging, ngebakar 200 kalori. Kedua, latihan beban untuk meningkatkan massa otot supaya metabolismenya itu cepat," papar Regina.

Kombinasi kardio dan latihan beban ini harus dilakukan agar bisa mendapat hasil yang seimbang. Olahraga kardio, selain berfungsi untuk membakar kalori juga dapat meningkatkan fungsi jantung. Sedangkan latihan beban berfungsi untuk menimbun massa otot agar pembakaran kalori lebih cepat.

"Kita menimbun massa otot supaya kita lagi diam aja nih, dia nge-recovery otot yang sedang rusak itu dia ngebakar kalori, ngebakar lemak juga. Jadi dua-duanya harus, dan nggak perlu kita cari olahraga yang paling banyak ngebakar, nggak perlu kayak gitu juga. Badan akan mengolah sendiri kok, dia akan berproses sendiri untuk bisa menurunkan lemak itu," jelas Regina.

Perkara keinginan untuk mengecilkan bagian tubuh tertentu, hal ini juga berkaitan dengan genetika setiap orang yang bervariasi.

"Ada nih mungkin teman-teman, oh aku ternyata lemaknya kalo lagi gemuk ke pipi duluan. Ada yang, oh aku lemaknya cenderung ke perut duluan. Genetik itu. Ada yang pas olahraga ternyata yang (lemaknya) hilang leher duluan, ternyata perutnya terakhir. Atau bahkan ada yang tangannya terakhir nih masih, tapi perutnya udah jadi, gitu. Jadi ya itu lah untuk proses pembakaran lemak atau mengecilkan badan kita tuh sorry to say, nggak bisa kita tentuin, gitu," kata Regina.

Regina berpesan untuk tidak terlalu berfokus pada kalori defisit saat pandemi.

"Intinya kita kan ujung-ujungnya pinginnya sehat, fungsi jantung dan fungsi sendi otot untuk gerak itu baik, itu dulu. Bonus kalo emang turun berat badan, kalo emang tiba-tiba six pack, kalo tiba-tiba ototnya itu bisa. Tapi tetap kita fokusnya sekarang, apa lagi sekarang nih selama pandemi untuk ningkatin imun tubuh dan sehat dulu aja," tutup Regina.

(gah/gah)