Rabu, 14 Jul 2021 07:17 WIB

Stok Menipis, Vaksinasi COVID-19 Dosis Pertama di Kudus Setop Sementara

Dian Utoro Aji - detikHealth
Meski Kementerian Agama telah melarang kegiatan keagamaan di rumah ibadah yang berada di zona merah, tapi ada saja yang tetap menggelarnya. Di Kudus salah satunya. Foto: Dian Utoro Aji
Kudus -

Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mulai menghentikan sementara vaksinasi COVID-19 dosis pertama. Hal tersebut dilakukan karena keterbatasan stok vaksin jenis Sinovac jumlahnya mulai menipis.

"Kalau kita nanti tidak rem dosis satu, Sinovac ini masih digunakan dosis satu, nanti dosis kedua kelanjutannya bagaimana? Karena informasi kemarin Kudus sendiri menjadi salah satu kabupaten dari 35 kabupaten yang menerima vaksin Pfizer. Misalnya dosis pertama Sinovac (dosis dua) ganti kan tidak boleh," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Anik Fuad kepada wartawan ditemui di kantor dinasnya, Selasa (13/7/2021).

"Sebetulnya sudah ngerem Minggu ini, karena tadi malam informasi vaksin Pfizer baru tadi malam. Itu dapatnya dari mana berapa kita belum tahu," sambung dia.

Anik menjelaskan Kudus sudah mendapatkan vaksin jenis Sinovac sebanyak 204.380 dosis, meliputi yang sudah disuntikkan 135.811 dosis pertama dan disuntikkan dosis kedua sebanyak 46.249 dosis.

"Sehingga totalnya yang sudah disuntikkan dosis satu dan dua 182.060 dosis. Sehingga kita masih punya stok di faskes (fasilitas kesehatan) sekitar 22.320 dosis. Otomatis stok antara dosis satu dan dua punya selisih sekitar 90 ribu dosis," terang Anik.

"Lha ini masih baru 22 ribu di faskes itu. Sehingga kita masih punya kebutuhan vaksin Sinovac dosis dua 68 ribu," sambung dia.

Dia menjelaskan pihak dinas harus berhati-hati melakukan vaksinasi. Anik khawatir jika vaksin Sinovac terus disuntikkan dan bulan depan berganti jenis vaksin akan menimbulkan permasalahan.

"Makanya kita harus berhati-hati menyelesaikan dosis kedua ini dengan pasti Sinovac. Khawatirnya tidak ngerem kita gunakan terus nanti dosis dua baru suntik ini Agustus pertengahan. Kalau awal Agustus sudah ganti Pfizer kan kasian," jelasnya.

Anik mengatakan dari Dinkes Kudus sudah berupaya untuk meminta vaksin Sinovac kepada pemerintah pusat. Namun hingga kini belum ada realisasinya. Pihaknya masih menunggu kedatangan vaksin untuk melanjutkan vaksinasi di Kudus.

"Upaya sejak 17 Juni 2021 itu sudah mengirimkan surat kepada pak Dirjen P2 itu meminta 70 ribu dosis sudah kita layangkan tapi sampai hari ini belum ada jawaban. Sementara prioritaskan untuk dosis dua. Untuk yang dosis satu kita tunggu setelah tanggal 6 Agustus 2021. Saya baru berani dosis satu kita lanjutkan," terang dia.

Anik menambahkan sebelumnya dinkes juga telah melakukan vaksinasi kepada remaja berusia 12-17 tahun. Tetapi saat ini juga dihentikan. Total remaja yang sudah menerima vaksin Corona sebanyak 762 remaja.

"Makanya ada beberapa pertanyaan untuk dosis remaja, memang kita mulai 1 Juli 2021 memang ada faskes yang sudah menyuntikkan ada, datanya sekitar 762 remaja sekitar berusia 12-17 tahun. Nah ini kalau mau kita lanjutkan takutnya ada kekurangan vaksin dosis dua kan repot juga," tambah Anik.



Simak Video "Komnas KIPI: Efek Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Dialami Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)