Rabu, 14 Jul 2021 09:25 WIB

Menkes Sebut Ada Keengganan RS Rawat Pasien COVID-19 Gejala Berat

Firdaus Anwar - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui masalah banyak rumah sakit (RS) penuh oleh pasien COVID-19. Ia menyebut masalahnya saat ini adalah ternyata sebagian pasien di RS ternyata bergejala ringan yang seharusnya bisa sembuh di rumah.

Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah saat ini sedang berusaha memindahkan para pasien COVID-19 yang bergejala ringan dari berbagai RS ke RSUD Wisma Atlet. Tujuannya agar pasien COVID-19 dengan gejala menengah-parah kebagian penanganan di RS.

Hanya saja Budi mengakui memang tampak ada sedikit keengganan RS menerima pasien COVID-19 gejala berat.

"Ada sedikit reluctancy dari rumah sakit. Rumah sakit sukanya melayani yang ringan, karena kalau ringan lebih cepat dan bayarannya sama dengan yang berat" kata Menkes Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (13/7/2021).

"Itu sekarang sedang kita rapikan. Supaya kalau bisa yang ringan dikeluarkan saja, supaya ada tempat tidur di rumah sakit yang bisa kita berikan ke orang yang benar-benar membutuhkan," lanjutnya.

Menkes Budi memaparkan pasien kategori menengah-berat yang dapat dirawat di RS sederhananya memiliki salah satu indikator, seperti saturasi oksigen di bawah 95 persen, sesak napas, atau mengidap komorbid.

"Kita rapikan dengan rumah sakit-rumah sakit agar mereka bisa konsentrasi ke yang sedang dan berat. Mudah-mudahan dengan kondisi seperti itu kita bisa melayani orang-orang yang kasusnya sedang dan berat tapi isoman karena tidak bisa masuk rumah sakit," pungkas Menkes Budi.



Simak Video "RS Mulai Penuh Akibat Lonjakan COVID-19, Begini Rencana Menkes"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)