Rabu, 14 Jul 2021 11:15 WIB

Thailand Tetap Campur Vaksin Sinovac-AstraZeneca Meski Diwanti-wanti WHO

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Demi meningkatkan perlindungan, pemerintah Thailand akan mencampur Vaksin Sinovac dengan AstraZeneca untuk menggempur Varian Delta. Foto: Getty Images/Sirachai Arunrugstichai
Jakarta -

Rencana Thailand untuk mencampurkan vaksin COVID-19 yang berbeda tetap lanjut meski ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan tren tersebut bisa berbahaya karena belum banyaknya bukti yang tersedia.

Infeksi COVID-19 di Thailand juga sedang naik-naiknya, sama seperti kebanyakan negara di Asia Tenggara, dipicu oleh varian Delta yang sangat menular. Kasus baru dan kematian meroket sehingga sistem perawatan kesehatan hampir kolaps.

Dikutip dari Channel News Asia, pejabat Thailand mengatakan akan mencampur dosis pertama Sinovac dengan dosis kedua AstraZeneca untuk melihat apakah efek boosternya bisa bertahan dalam waktu enam minggu.

Kepala virolog Thailand Yong Poovorawan mengatakan akan mungkin dengan menggabungkan vaksin virus yang tidak aktif yakni buatan Sinovac dengan vaksin vektor virus seperti AstraZeneca.

"Kami tidak bisa menunggu 12 minggu (untuk efek booster) dalam wabah ini di mana penyakit ini menyebar dengan cepat," katanya.

"Tetapi di masa depan, jika ada vaksin yang lebih baik ... kita akan menemukan cara yang lain untuk mengelola situasi ini."

Komentarnya muncul sehari setelah kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia Soumya Swaminathan menyebut strategi itu sebagai "tren berbahaya".

Thailand telah melaporkan lebih dari 353.700 kasus virus corona dan 2.847 kematian - sebagian besar terdeteksi sejak gelombang terbaru dimulai pada April dari distrik kehidupan malam kelas atas Bangkok.

Tenaga kesehatan adalah kelompok pertama menerima Sinovac, tetapi pihak berwenang mengatakan pada hari Minggu hampir 900 staf medis terkena COVID-19.

Thailand juga akan mendapatkan suntikan booster AstraZeneca atau Pfizer-BioNTech, kata pihak berwenang.



Simak Video "Ramai Vaksin Sinovac Vs AstraZeneca, Ini Kata Pakar Imunisasi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)