Rabu, 14 Jul 2021 12:10 WIB

Satgas Klaim Kenaikan Kasus COVID-19 Mingguan Melambat

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
nakes yang merawat pasien corona Foto: Adhar Muttaqin
Jakarta -

Kasus baru COVID-19 di Indonesia terus meroket dan menunjukkan kenaikan tajam. Namun Satgas COVID-19 mengklaim kasus mingguan Corona di Indonesia mengalami perlambatan.

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan meski ada kenaikan yang cukup signifikan, jika dilihat pada kasus aktif nasional, maka kenaikan mingguannya mengalami perlambatan.

"Peningkatan ini cenderung lebih rendah daripada minggu-minggu sebelumnya," ujar Prof. Wiku saat menyampaikan terkait perkembangan COVID-19 sepekan implementasi PPKM Darurat, Selasa (13/7/2021).

Prof Wiku menyebut sebanyak 16 Provinsi mengalami perlambatan kenaikan kasus aktif. Namun, dari 7 Provinsi di Pulau Jawa Bali, tidak seluruhnya menunjukkan perlambatan kenaikan.

Ia memaparkan DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur dan Banten mengalami perlambatan kenaikan. DKI pekan sebelumnya naik 50%, pekan ini naik 1,55%; Jawa Barat pekan sebelumnya naik 50%, pekan ini naik 36%; DIY pekan sebelumnya naik 49%, pekan ini naik 39%; Jawa Timur pekan sebelumnya naik 51%, pekan ini naik 50%; Banten pekan sebelumnya naik 56%, pekan ini naik 30%.

"Adanya perlambatan kenaikan kasus aktif ini dapat terjadi karena kenaikan kasus positif yang tinggi diimbangi dengan kenaikan kesembuhan yang tinggi juga," bebernya.

Zona merah melonjak

Kenaikan kasus positif juga terjadi di banyak wilayah di Indonesia. Satgas COVID-19 memperbarui data sebaran zona merah atau wilayah risiko tinggi penularan Corona di Indonesia dan menemukan tercatat 129 kab/kota yang masuk zona merah.

Dari 36 provinsi, sebanyak 27 di antaranya masuk wilayah zona merah di Indonesia.

Satgas mewanti-wanti penting memantau kapasitas rumah sakit dan puskesmas di wilayahnya masing-masing. Pastikan apabila seluruh fasilitas pelayanan kesehatan sudah penuh, agar segera mengkonversi tempat tidur nonCOVID menjadi untuk COVID.

Jika sudah tidak bisa lagi dikonversi, maka perlu segera membangun atau membuka tempat isolasi terpusat atau fasilitas penanganan darurat, mempertimbangkan jumlah kasus di wilayah masing-masing.



Simak Video "Kabar Baik! Tren Kasus Covid-19 RI Menurun"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)