Rabu, 14 Jul 2021 15:13 WIB

Tangguh Hadapi Pandemi dengan Perkuat Imunitas dan Iringan Doa

Sponsored - detikHealth
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: dok. DPR RI
Jakarta -

Pemerintah melaporkan adanya penambahan kasus baru COVID-19 pada 9 Juli 2021 sebanyak 38.124 kasus. Angka tersebut membuat total pasien COVID-19 di Indonesia bertambah menjadi 2.455.912 orang. Angka pertambahan itu semakin hari semakin mengkhawatirkan.

"Pemerintah telah melaksanakan berbagai kebijakan untuk mencegah penyebarluasan virus Corona. Hal ini sebaiknya dibarengi dengan prevensi-prevensi yang dimulai dari diri sendiri," kata Ketua DPR RI Puan Maharani di Jakarta.

Mantan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ini menekankan pentingnya menjaga imunitas tubuh untuk melawan masuknya virus Corona. Semenjak awal pandemi COVID-19, hal ini memang sudah dikedepankan.

"Menjaga imunitas tubuh memanglah bukan berarti langsung tidak bisa kena COVID-19, tetapi tubuh yang sehat bisa membentuk daya tahan yang melindungi badan kita," lanjut Puan.

Menurut Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia itu, penelitian dan riset juga sudah menemukan sistem imunitas yang baik mampu membuat tubuh familiar dengan virus. Kemudian, membentuk pertahanan yang bila suatu saat virus Corona menyerang, gejala dan dampaknya dapat diminimalisir.

Ketua DPR RI Puan Maharani.Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: dok. DPR RI

Puan mengutip sebuah penelitian dari Harvard Medical School yang menjelaskan begitu terinfeksi virus seperti corona, tubuh seseorang akan secara langsung mengeluarkan imun bawaan. Proses ini melibatkan zat protein interferon yang menghambat kemampuan virus berkembang dalam sel tubuh dan menyerang ke bagian-bagian tubuh lain.

Namun, tetap saja virus juga memiliki pertahanan untuk melawan. Dalam proses pengendalian infeksi dalam tubuh inilah akan muncul gejala sakit, seperti demam, batuk, atau diare, yang bertujuan untuk mengeluarkan virus dari tubuh. Di sinilah daya tahan tubuh adaptif akan terbentuk untuk turut serta melawan keberadaan virus dalam tubuh.

"Makanya, penting untuk memiliki imunitas tubuh yang kuat agar kuat melawan virus yang sudah masuk ke dalam tubuh, dan di saat bersamaan memberikan kesempatan pada imunitas adaptif untuk terbentuk, lalu kemudian ikut serta menghadapi virus dan mencapai kesembuhan," kata mantan Ketua DPR Fraksi PDI Perjuangan itu.

Puan mengimbau masyarakat untuk segera melaksanakan vaksinasi yang memang sedang digencarkan oleh Pemerintah Indonesia. Efek vaksinasi untuk menghadapi COVID-19 ini sudah dibuktikan dalam berbagai riset dan penelitian. Misalnya, salah satu studi ilmuwan di Rockefeller University, Amerika Serikat menyatakan vaksin mampu meningkatkan daya tahan tubuh alami terhadap virus Corona, SARS-CoV-2 atau virus COVID-19.

Antibodi tubuh yang sudah divaksin akan meningkat dan resisten terhadap serangan virus. Dampak positif akan pertahanan tubuh ini sama baiknya bagi mereka yang sudah pernah mengidap COVID-19 dan yang belum pernah.

"Saya sangat percaya bahwa melakukan vaksinasi menjadi salah satu jalan keluar kita dari pandemi ini. Jangan sampai termakan hoaks tentang vaksin ini, karena penelitian yang sudah dijalankan dan membuktikan kegunaannya bukan hanya satu atau dua riset," kata Puan.

Puan dengan tegas meminta masyarakat segera mengikuti program vaksin dan mengajak seluruh keluarga dalam pelaksanaannya. Ketika vaksinasi sudah dilakukan secara merata, maka akan terbentuk kekebalan komunal bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Setelah masyarakatnya kuat, baru kita bergerak lebih jauh. Bagaimana pun, selalu saya katakan, yang terpenting adalah kesehatan masyarakat. Warga Indonesia adalah penggerak negeri ini. Perannya esensial, maka kesehatannya pun harus selalu diutamakan," kata Puan lugas.

Puan melanjutkan, kekuatan imunitas kita juga dapat dibentuk dengan membiasakan diri terhadap berbagai kebiasaan baik. Terapkan pola hidup sehat, perbanyak makan makanan bergizi, dan selalu mengonsumsi vitamin. Multivitamin terutama saat ini begitu dibutuhkan untuk melengkapi asupan nutrisi yang membentuk imunitas tubuh.

"Jangan lupa juga istirahat dan hindari stres. Tanpa kita sadari, stres itu punya dampak yang sangat besar untuk hormon-hormon dalam tubuh kita. Semakin jauh dari stres, maka semakin kuat pula daya tahan tubuh kita," ujar Puan.

Puan juga mengingatkan bahwa kualitas tidur yang baik dapat membangun daya tahan tubuh, apalagi tidur di malam hari. Saat tidur, tubuh mengeluarkan senyawa yang memiliki efek perlindungan untuk sistem kekebalan tubuh.

Sementara itu, Puan melanjutkan, seiring dengan menjaga imunitas tubuh, menyandarkan dan berpasrah pada Tuhan Yang Maha Esa juga penting dalam membangun kekuatan menghadapi pandemi COVID-19. Bagaimanapun, Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana tertuang dalam nilai Pancasila Sila pertama.

"Sambil menjaga kekuatan tubuh, kita juga barengi dengan menjaga kekuatan psikologis dan mental. Setiap hari barengi dengan doa, doa, dan doa karena hanya dari Yang Maha Kuasa kita mendapatkan kekuatan yang sebesar-besarnya," tegas Politikus PDI Perjuangan ini.

Ketua DPR RI Puan Maharani.Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: dok. DPR RI

Puan menambahkan, berdoa memiliki efek yang besar dalam kehidupan kita. Bahkan, ada studi yang juga mendukung hal ini. Penelitian menyebutkan doa sudah terbukti menciptakan perasaan tenang dan damai. Ini menjadi dorongan kekuatan agar mampu menghadapi keadaan yang terjadi di luar kendali manusia.

Puan mengutip Ryan Bremner, profesor psikologi di University of St. Thomas, Amerika Serikat, bahwa doa juga terbukti dapat mengurangi perasaan takut, khawatir, dan terisolasi. Di luar itu, pada prakteknya doa juga menjadi sumber kekuatan bagi seseorang.

"Lewat doa, kita berserah diri, meminta dan mohon kekuatan. Dalam agama saya Islam, saya diajarkan bahwa Allah SWT yang Maha Besar dan mengizinkan semua yang ada di dunia ini terjadi. Tidak ada yang luput dari kuasa-Nya, dan bahwa setiap cobaan adalah gemblengan untuk kita menjadi manusia yang lebih kuat dan lebih baik," ucap Puan.

Puan juga percaya doa adalah salah satu benteng utama dalam setiap langkah kehidupan. Doa menjadi penenang dan menghubungkan seseorang dengan kuasa Tuhannya.

"Berdoalah dalam setiap kesempatan, dalam suka, dalam duka, dalam setiap mengawali perbuatan. Berdoalah dalam kepercayaannya masing-masing. Indonesia ini negara yang majemuk. Insyaallah, semua doa baik didengar dan dikabulkan karena memang berawal dari niatan yang positif," kata Puan.

Puan juga meminta segenap masyarakat untuk saling mendoakan satu sama lain. Berdoa untuk kesehatan diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan bangsa Indonesia. Perjalanan Tanah Air yang diiringi oleh doa masyarakatnya sesungguhnya akan membuat kehidupan Indonesia menjadi lebih baik. Tentunya juga membawa negara ini keluar dari pandemi menjadi Indonesia yang lebih tangguh.



Simak Video "Tanggapan Dokter soal Larangan Pajang Rokok di Etalase Minimarket"
[Gambas:Video 20detik]
(Content Promotion/DPR RI)