Rabu, 14 Jul 2021 16:00 WIB

Satgas: Campuran Vaksin Sinovac-Moderna untuk Booster Nakes Aman

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
DKI Jakarta menggelar vaksinasi COVID-19 massal bagi tenaga kesehatan (Nakes) di sejumlah puskesmas. Salah satunya di Puskesmas Kecamatan Setiabudi. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pemerintah Indonesia akan melakukan pemberian vaksin booster atau vaksin COVID-19 ketiga untuk para tenaga kesehatan (nakes). Jenis vaksin yang digunakan nantinya adalah vaksin Moderna yang memiliki efikasi sebesar 94,1 persen.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan untuk saat ini vaksin booster baru ditujukan untuk para nakes. Sebab, mereka memiliki risiko penularan yang tinggi, baik karena intensitas maupun lokasi tempatnya beraktivitas.

"Saat ini pemerintah indonesia berencana melakukan penyuntikan booster dosis ketiga pada tenaga kesehatan yang dinilai memiliki risiko penularan tertinggi, baik karena intensitas maupun lokasi beraktivitas yang sangat tinggi laju penularannya yaitu fasilitas layanan kesehatan," jelas Prof Wiku dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (13/7/2021).

Meski jenis vaksin yang diberikan pada dosis ketiga ini berbeda dari yang sebelumnya, yaitu Sinovac, ini masih aman. Pasalnya, mekanisme mixing vaccines ini sudah banyak direkomendasikan ahli dan diberikan untuk mengatasi penyakit menular lainnya.

"Masyarakat perlu memahami bahwa praktek mixing vaccines atau pemberian vaksin COVID-19 yang berbeda sudah banyak direkomendasikan peneliti, dengan latar belakang keamanan dan ketersediaan vaksin yang dinamis," kata Prof Wiku.

"Praktik mixing vaccines pernah dilakukan pada beberapa jenis penyakit menular sebelumnya, seperti HIV dan Ebola," lanjutnya.

Selain di Indonesia, lanjut Wiku, mekanisme ini juga sudah dilakukan di negara lain seperti Thailand. Negara tersebut juga memberikan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga ini untuk para nakes.

"Saat ini beberapa negara juga melakukan, misalnya Thailand akan menyuntikkan AstraZeneca pada nakes yang sudah dua kali disuntik Sinovac demi proteksi tambahan, tentu itu setelah uji klinis," ujarnya.



Simak Video "Pemerintah Pertimbangkan Vaksinasi Booster Gratis dan Berbayar"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)