Rabu, 14 Jul 2021 17:10 WIB

COVID-19 RI Tembus 50 Ribu Sehari, Sudah Diprediksi Para Ahli!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Bangkok, Thailand - Mar 2020 : Crowd of unrecognizable business people wearing surgical mask for prevent coronavirus Outbreak in rush hour working day on March 18, 2020 at Bangkok transportation Foto: Getty Images/Tzido
Jakarta -

Kasus Corona di Indonesia untuk pertama kalinya menembus angka 50 ribu kasus sehari. Jumlah penambahan kasus COVID-19 hari ini, Rabu (14/7/2021) sesuai prediksi para ahli, yaitu 54.517 kasus.

Seperti yang disampaikan pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman beberapa waktu lalu. Ia memperkirakan puncak kasus Corona di Indonesia bisa menembus angka harian COVID-19 mencapai 50 ribu bahkan 100 ribu kasus.

"Puncak Corona di Indonesia yang ke sekian ini nanti akhir Juni diperkirakan menurut saya kasusnya bisa sampai 50 hingga 100 ribu per hari," demikian perkiraan pakar yang sempat terlibat dalam penanganan SARS, HIV, dan flu burung di Kemenkes RI, kepada detikcom, 1 Juni 2021 lalu.

Dalam prediksinya, ia juga mewanti-wanti puncak kasus Corona di Indonesia bisa terjadi beberapa kali. Adapun waktunya, berada di rentang Juli hingga Oktober 2021.

Menurutnya, ledakan kasus COVID-19 yang kemudian terjadi tak hanya imbas kontribusi kasus libur Lebaran. Kasus COVID-19 dari tahun baru, pemilu, dan kegiatan padat kerumunan di beberapa waktu lalu juga ikut berkontribusi menjadi penyumbang kasus COVID-19.

"Sebagian klaster itu kan, mayoritas itu sudah tidak bisa dideteksi, sehingga pandeminya terus memanjang, menguat," sambung Dicky, menjelaskan mengapa gelombang pertama Corona Indonesia tak kunjung selesai.

"Jadi masih di first wave dengan beberapa puncak," bebernya kala itu.

Prediksi Menkes

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini memprediksi puncak kasus Corona di Indonesia berada di awal Juli, minggu pertama hingga minggu kedua. Namun, melihat membludaknya kasus COVID-19 saat ini, Menkes mencoba membandingkan data kasus COVID-19 dengan yang terjadi di India.

"Berdasarkan pengalaman kita di first wave, model yang kita gunakan itu menunjukkan akan terjadi di minggu pertama atau kedua Juli peak-nya," kata Menkes Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (13/7/2021).

"Tapi, begitu ketika kita melihat kenaikannya cepat sekali dalam 2 minggu sesudah lebaran, kita melakukan rekalkulasi berdasarkan data-data yang ada di India, karena India juga kenaikannya cepat sekali," lanjutnya.

Simak video 'Terus Meroket! Kasus Baru Corona RI 14 Juli Tambah 54.517':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)