Kamis, 15 Jul 2021 08:10 WIB

Puncak Corona RI Diprediksi Akhir Juli, Bisa Tembus 400 Ribu Kasus Sehari

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumlah pasien COVID-19 di RSUD Kota Bekasi melonjak seiring meningkatnya kasus Corona di Indonesia. Tenda darurat pun didirikan sebagai ruang IGD pasien Corona. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Corona tak kunjung mereda, kasus harian COVID-19 kini menembus 50 ribu kasus. Ledakan kasus COVID-19 yang terjadi saat ini sudah diperkirakan para pakar beberapa waktu lalu, salah satunya pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, mengestimasi kasus harian COVID-19 saat puncak bisa mencapai 50-100 ribu kasus.

Pasalnya, penularan COVID-19 di masyarakat sudah dalam level mengkhawatirkan, yaitu di level community transmission, jelas Dicky kala itu. Kini, perhitungan jumlah kasus harian COVID-19 bisa lebih tinggi dari yang semula diperkirakan.

"Kalau protokol kesehatan dipatuhi, kasus COVID-19 di Indonesia bisa mencapai puncaknya di akhir Juli atau awal Agustus, dengan jumlah kasus baru meningkat menjadi 200 ribu per hari," demikian prediksi baru Dicky, saat dihubungi detikcom Kamis (15/7/2021).

Namun, jika pembatasan PPKM darurat tidak efektif, kenaikan kasus COVID-19 disebut Dicky bisa mencapai 400 ribu per hari. Maka dari itu ia mendukung PPKM darurat untuk diperpanjang di tengah ledakan kasus COVID-19, minimal diterapkan selama 6 pekan.

"Kita harus perpanjang situasi PPKM darurat ini, karena situasinya memang sudah darurat, kalau tidak diperpanjang maka kita akan mengarah kepada skenario terburuk," beber Dicky menyebut kasus COVID-19 bisa mencapai 1 juta per hari saat skenario terburuk terjadi.

Prediksi puncak kasus Corona di IndonesiaPrediksi puncak kasus Corona di Indonesia Foto: Pakar Epidemiologi Dicky Budiman

Harian infeksi COVID-19 sudah menembus 100 ribu

Menurut perhitungan Dicky, angka kematian kasus COVID-19 yang sempat menembus seribu kasus menandakan infeksi COVID-19 harian sebenarnya sudah berada di 100 ribu kasus. Terlebih, varian Delta menyebar nyaris di antara 60 persen kasus Corona di Indonesia.

"Saat ini pun infeksi yang terjadi sudah lebih dari 100 ribu, sebagai gambaran, angka kematian kita yang bahkan Rabu lalu sudah menyentuh 1.000 kasus kematian, bahkan kalau dilihat dari website pemda itu sangat konsisten angka kematian sudah selalu di atas 1.000," terangnya.

"Dan itu kalau berdasarkan formula dan hukum biologi ini artinya semua itu bisa dihitung, bisa terukur, bahwa kalau ada 1.000 kematian dengan angka katakanlah case fatality rate (CFR) 2 persen saja, rata-rata rendah itu sudah lebih ada 120 ribu kasus infeksi, sejak tiga minggu lalu, dari sejak kematian 1000 itu, ini belum lah mempertimbangkan keberadaan varian Delta," pungkasnya.



Simak Video "Beda Virus Corona Varian Mu dan Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)