Minggu, 18 Jul 2021 05:34 WIB

Bolak-balik Masuk RS Gegara Tumor, Nenek di Sulteng Tenang Ada JKN-KIS

Jihaan Khoirunnisaa - detikHealth
Peserta JKN-KIS Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Solusia (58) adalah nenek dari empat orang cucu yang kesehariannya bekerja sebagai petani. Ia kerap membantu pekerjaan suaminya, Haris Tonang untuk menggarap sawah milik orang lain dengan sistem bagi hasil di wilayah Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Mereka terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Sebagai peserta, Solusia mengaku terbantu dengan program JKN-KIS karena bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Apalagi sejak mengidap kolesteatoma, atau tumor jinak pada telinga, membuatnya harus 4 kali keluar-masuk rumah sakit.

"Selama pengalaman saya menggunakan kartu JKN-KIS di beberapa rumah sakit. Alhamdulillah sampai saat ini semua urusan lancar tanpa kendala. Saya juga tidak dikenakan biaya tambahan dan tidak dibedakan juga dengan pasien yang lain hanya beda ruang perawatan saja karena sesuai dengan hak kelas masing-masing," ujar Solusia dalam keterangan tertulis, Minggu (18/7/2021).

Menurutnya, program JKN-KIS menjadi bukti hadirnya pemerintah untuk menjamin kesehatan seluruh masyarakat. Kini, dia mengaku tak perlu khawatir lagi akan biaya rumah sakit yang mahal karena semuanya ditanggung oleh JKN-KIS.

"Bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin kesehatan masyarakat telah kami rasakan sekeluarga dengan adanya kartu JKN-KIS. Kami sekeluarga sebagai tanggungan pemerintah karena kurang mampu dan pastinya takut kalau harus masuk rumah sakit karena biayanya mahal. Tapi kini tidak perlu khawatir lagi karena sudah ditanggung melalui Program JKN-KIS," tandasnya.

Solusia pun berterima kasih kepada pemerintah yang telah menanggung iuran JKN-KIS bagi masyarakat. Ia berharap program ini dapat berjalan semakin baik dan berkesinambungan.

(mul/up)