Minggu, 18 Jul 2021 05:00 WIB

Ivermectin Masih Diburu untuk Pasien Isoman, Dr Faheem Sebut Buktinya Minim

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ivermectin is not a brand name: it is the generic term for the drug. Foto: Getty Images/iStockphoto/RapidEye
Jakarta -

Obat parasit Ivermectin masih hangat diperbincangkan masyarakat luas. Tak hanya itu, masih banyak orang yang memborong obat yang disebut sebagai 'obat' terapi COVID-19 selama menjalani isolasi mandiri (isoman).

Tak jarang stok obat tersebut di pasaran semakin langka dan dijual dengan harga yang tinggi. Kebanyakan menyetok obat tersebut untuk persediaan di rumah atau dikonsumsi tanpa konsultasi ke dokter.

Menanggapi hal ini, pakar penyakit menular dari University of Maryland Upper Chesapeake Health, Amerika Serikat, Dr Faheem Younus mengungkapkan hanya ada sedikit studi yang membuktikan obat Ivermectin ini bisa bermanfaat untuk mengatasi COVID-19.

"Jadi, ada beberapa studi-studi, studi skala kecil yang membuktikan Ivermectin memiliki efek terhadap penyembuhan COVID-19," kata Dr Faheem dalam diskusi daring, Sabtu (17/7/2021).

"Tetapi, ada studi meta-analisis, yaitu studi berbasis bukti yang jumlah sampelnya sangat tinggi sampai ribuan yang menyatakan Ivermectin tidak dapat menyembuhkan COVID-19," lanjutnya.

Dr Faheem juga mengatakan beberapa negara yang sukses menekan angka kasus COVID-19, seperti di Taiwan dan Amerika Serikat tidak menggunakan obat tersebut dalam menanggulangi pandemi. Maka dari itu, Dr Faheem beropini tidak setuju jika Ivermectin ini digunakan sebagai obat COVID-19 oleh pasien isoman.

"Sehingga, tidak setuju Ivermectin diberikan sebagai obat COVID-19," pungkasnya.



Simak Video "Dr Faheem Younus Soroti Penurunan Kasus Covid-19 di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)