Senin, 19 Jul 2021 12:16 WIB

Eka Hospital Gandeng Indonesia Scoliosis Community Bantu Atasi Skoliosis

Sponsored - detikHealth
Eka Hospital Foto: Dok. Eka Hospital
Jakarta -

Dalam rangka memperluas jaringan serta meningkatkan kualitas layanan pada pusat unggulan Orthopedic Center, Eka Hospital bekerja sama dengan Indonesia Scoliosis Community atau ISC menggelar webinar bagi pasien skoliosis. Webinar bertema 'Help, Anakku Skoliosis' ini diselenggarakan pada Sabtu (17/7).

"Dalam upaya kami untuk selalu mengedepankan layanan yang dekat dan hangat bagi setiap pasien, Eka Hospital sangat menyambut positif kegiatan dengan berbagai komunitas. Melalui webinar bersama para penyandang skoliosis ini, kami berharap pasien dapat saling menguatkan dan berbagi kisah inspiratif mereka saat pengobatan. Selain itu, saat ini Eka Hospital juga berfokus pada pengembangan komunitas pasien lainnya, seperti diabetes, kanker, hingga jantung," jelas Head of Marketing Corporate Eka Hospital Erwin Suyanto dalam keterangan tertulis, Senin (19/7/2021).

Webinar ini menghadirkan dua narasumber profesional, yaitu dr. Phedy Sp.OT (K) selaku dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang Eka Hospital dan dr. Lidya Heryanto, Sp.KJ selaku dokter spesialis kejiwaan Eka Hospital. Dalam webinar tersebut, para orang tua mendapatkan bekal dalam menghadapi dan mendukung buah hatinya ketika terdeteksi skoliosis, serta penanganan mental bila nantinya harus dilakukan tindakan operasi.

Eka Hospital Foto: Dok. Eka Hospital

dr Phedy menyambut baik kerja sama dengan ISC. Ia menerangkan komunitas yang berdiri pada tahun 2013 ini, kini telah memiliki lebih dari 500 anggota dari seluruh Indonesia.

"Seperti yang kita tahu bahwa skoliosis merupakan kondisi tulang belakang yang tidak normal karena berbentuk melengkung. Skoliosis terkadang membawa dampak psikologis tersendiri bagi penderitanya. Saya berharap kerja sama ini menjadi awal dalam membantu orang tua yang memiliki buah hati pengidap scoliosis," ujar dr Phedy.

Menurut dr Phedy, skoliosis dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat. Tindakan operasi pada pasien skoliosis bukan lagi sebuah hal yang menakutkan karena risikonya dapat ditekan seminimal mungkin.

Ia menjabarkan saat ini telah tersedia alat navigasi dan robotic spine yang berfungsi memandu dokter bedah dalam memasukkan screw pada saat operasi. Akurasi navigasi dan robotik dalam memasukkan screw diklaim mencapai 99.9%.

Selain itu, alat navigasi dan robotik ini memungkinkan operasi skoliosis dengan teknik minimal invasif atau operasi dengan luka sayatan yang lebih kecil dan risiko pendarahan yang lebih sedikit sehingga dapat mengurangi kebutuhan transfusi darah. Saat ini juga telah tersedia alat monitoring saraf yang dapat memantau kondisi saraf selama operasi berlangsung.

Di samping penanganan secara fisik, dr Phedy menyebut, penanganan secara psikologis juga perlu diperhatikan untuk buah hati. Tidak jarang seorang anak mengalami minder dan tidak percaya diri akibat skoliosis. Anak cenderung takut dimarahi jika ketahuan memiliki postur tubuh tidak normal karena masalah tersebut sering dikaitkan dengan kebiasaan tertentu, misalnya sering main games, posisi duduk yang salah, terlalu sering membawa beban berat, dan lainnya. Skoliosis yang paling sering ditemukan adalah skoliosis idiopatik, yang penyebab pastinya hingga kini tidak diketahui. Jenis skoliosis idiopatik ini paling sering ditemukan pada usia remaja.

Susan sebagai perwakilan dari Indonesia Scoliosis Community (ISC) mengungkapkan pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Eka Hospitals, untuk membantu para pengidap scoliosis.

"ISC senang bisa berkolaborasi dengan Eka Hospital. Kami juga antusias dengan adanya Orthopedic Center di Eka Hospital yang memfokuskan diri pada skoliosis. Melalui dukungan tim dokter yang kompeten dan peralatan yang modern, semoga Eka Hospital bisa menjadi salah satu rumah sakit rekomendasi bagi pasien skoliosis di Indonesia. Bagi para pengidap skoliosis atau keluarga pasien yang ingin bergabung dengan ISC, dapat mengisi google form di bio Instagram @indonesiascoliosiscommunity," jelas Susan.

Melalui kerja sama antara Eka Hospital dan ISC, Susan mengatakan member ISC bisa mendapatkan privilege seperti diskon 15% untuk screening awal skoliosis yang meliputi pemeriksaan X ray whole spain, upgrade kamar perawatan, serta harga diskon khusus untuk pemeriksaan lab, radiologi, serta paket MCU yang berlaku di Eka Hospital BSD.



Simak Video "5 Fakta Skoliosis, Kelainan Tulang yang Diidap Jessica Mila Sejak SMP"
[Gambas:Video 20detik]
(Content Promotion/Eka Hospital)