Senin, 19 Jul 2021 13:43 WIB

Studi Ungkap Produk Obat Ini Bantu Ringankan Gejala COVID-19

Yudistira Imandiar - detikHealth
obat Covid-19 Foto: Satgas Covid-19
Jakarta -

Peningkatan d-dimer ditemukan pada sejumlah pasien COVID-19. Masalah tersebut dapat menyebabkan pasien COVID-19 kritis hingga meninggal dunia. Pakar Farmakologi Universitas Pancasila rof. Dr. apt. Syamsudin, M.Biomed menerangkan d-dimer merupakan fragmen protein yang membantu proses pembekuan atau penggumpalan darah. Infeksi virus Corona dapat meningkatkan level d-dimer hingga memicu penggumpalan darah.

Hal tersebut menyebabkan risiko peradangan sistemik berupa demam tinggi, denyut jantung dan laju pernapasan cepat. Hal ini yang menjadi keluhan sesak pasien COVID-19 terjadi, serta jumlah sel darah putih yang abnormal. Selain itu, dapat terjadi badai sitokin, yakni pelepasan protein sitokin yang terlalu berlebihan sehingga merusak sistem imun.

Badai sitokin menjadi salah satu alasan utama beberapa peneliti mendalami gejala COVID-19 yang mengancam jiwa. Syamsudin menerangkan penelitian ilmiah mengkonfirmasi aktivasi kekebalan yang berlebihan dan badai sitokin sebagai penyebab cedera paru-paru pada COVID-19.

"Aktivasi kekebalan yang berlebihan dan badai sitokin biasanya terjadi karena ketidakseimbangan dalam homeostasis radikal bebas dan komplikasi yang dikaitkan dengan penipisan glutathione pada pasien COVID-19," terang Syamsudin dalam keterangan tertulis, Senin (19/7/2021).

Dalam penelitian baru di Universitas Pancasila yang dipimpin Syamsudin dan dokter ahli paru dr.Lusi Nursilawati, mendapati fakta tiga bahan dalam produk obat Onoiwa MX dapat membantu pengobatan COVID-19 dengan meningkatkan penanda metabolism, yakni D-Dimer, CRP, dan gejala klinis. Penelitian peer-review Onoiwa MX yang dilakukan Universitas Pancasila itu menyimpulkan kombinasi likuid Onoiwa MX yang terdiri dari Channa striata 5100 mg, Curcuma xanthorriza 240 mg, dan Moringa oleifera 240 mg sangat bermanfaat dalam pengobatan SARS-COV2.

Makalah ini baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal sains Eropa, Volume 08, Edisi 03, 2021 dari European Journal of Molecular and Clinical Medicine. Syamsudin mengemukakan kombinasi tiga bahan alami dalam Onoiwa MX yang diproduksi di fasilitas terdaftar FDA, mendapatkan izin edar BPOM, dan terdaftar Halal MUI dapat mengobati badai sitokin dan menurunkan d-dimer pada pasien COVID kritis dan mencegah kematian COVID-19.

Studi oleh Dr. Oliver Van Hecke dari pusat kedokteran Universitas Oxford menyimpulkan Glutathione dapat mengurangi pembentukan sitokin proinflamasi, seperti IL-9 dan TNF-α dan potensi mekanisme antioksidan ini (glutathione) telah memicu kepentingan dalam pandemi COVID-19 saat ini. Oleh sebab itu, meningkatkan kadar glutathione pada pasien COVID-19 sangat penting. Suplemen alami dapat meningkatkan kadar glutathione dengan aman dan efektif.

Saat ini belum ada pengobatan untuk COVID-19, terapi yang digunakan termasuk antivirus dan antibiotik, hanya meredakan gejalanya. Glutathione intravena diusulkan untuk digunakan dalam terapi dan/atau pencegahan beberapa penyakit pernapasan dan penyakit yang melibatkan stres oksidatif termasuk COVID-19. Glutathione berperan sebagai antioksidan endogen tubuh karena secara alami diproduksi di hati untuk melawan stres oksidatif.

Tes serum albumin pada umumnya digunakan untuk mengukur kadar albumin dalam plasma darah pasien kritis. Albumin adalah salah satu protein darah yang paling vital, tersedia dalam jumlah paling melimpah dalam plasma manusia dan merupakan transportasi utama untuk Glutathione.

Data epidemiologis menunjukkan penurunan nilai albumin sangat terkait dengan peningkatan kematian pada pasien COVID-19 yang kritis. Albumin adalah penanda utama sistem kekebalan dan berfungsi sebagai transportasi utama nutrisi, elektrolit seperti kalsium, natrium dan kalium, hormon seperti T4, dan antioksidan yang sangat penting seperti glutathione.

Glutathione berfungsi sebagai salah satu antioksidan penangkal radikal bebas yang paling penting dalam sel. Oleh karena itu, nilai albumin yang rendah sangat menunjukkan penurunan glutathione, serta terkait dengan peningkatan tingkat stres oksidatif dan toksisitas radikal bebas.

Syamsudin mengatakan Onoiwa MX mengandung ekstrak Channa striata (ikan gabus) yang merupakan salah satu sumber alami dengan konsentrasi prekursor glutathione tertinggi. Untuk melengkapi formula, Onoiwa MX juga mengandung temulawak (Curcuma xanthorrhiza Rhizoma) dan daun kelor (Moringa oleifera). Dua tambahan herbal alami yang terbukti secara ilmiah membantu meningkatkan penyerapan glutathione ke dalam membran sel dan menghambat replikasi virus SARS-Cov-2.

dr Lusi menambahkan berdasarkan penelitian Universitas Diponegoro pada ikan gabus (Channa striata) dari Rawa Pening, Jawa Tengah oleh Ahli Biologi Molekuler Profesor Sunarno diketahui ikan gabus mengandung bahan aktif dengan potensi anti penuaan yang berfungsi sebagai prekursor glutathione.

Studi ini, terang dr Lusi, dengan hati-hati memeriksa komposisi asam amino esensial dari prekursor glutathione antioksidan yang ditemukan pada ikan gabus dan menemukan kepala ikan gabus mengandung sejumlah besar asam amino esensial untuk meningkatkan produksi glutathione. Hasil penelitian menunjukkan setiap 100g daging ikan gabus dari Rawa Pening mengandung glutamin (32,39%), sistein (6,61%), dan glisin (9,69%), salah satu sumber makanan tertinggi asam amino esensial ini.

Selain itu, penelitian yang dilakukan di Universitas Padjadjaran mengemukakan telah banyak penelitian dengan kandidat obat yang digunakan sebagai antivirus atau imunomodulator untuk COVID-19. Namun, hasil investigasi ini menunjukkan kandidat obat COVID-19 tidak bereaksi secara signifikan terhadap penyakit tersebut.

"Dalam makalah tersebut, para peneliti menyarankan bahwa ramuan tradisional Indonesia yang digunakan dalam jamu seperti Curcuma xanthorrhiza adalah salah satu kandidat yang menjanjikan dalam pencegahan dan pengobatan COVID-19," ulas dr Lusi.

Ia menjabarkan salah satu enzim penting virus SARS-CoV-2 adalah enzim protease, yang berperan besar dalam memodulasi replikasi virus. Debanjan Sen, Profesor Kimia Obat, di BCDA College of Pharmacy and Technology di India bersama timnya melakukan skrining virtual in-silico dan mengulangi simulasi dinamika molekul 100 ns untuk mengidentifikasi potensi penghambat virus SARS-CoV-2 dari senyawa tanaman daun kelor. Mereka menemukan Moringa oleifera mengandung tiga flavonoid, yaitu kaempferol, dan apigenin yang secara efektif menghambat replikasi virus dari virus SARS-CoV-2.

dr Lusi menyebut Onoiwa MX menyediakan bahan-bahan alami, aman, dan efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dosis yang dianjurkan adalah 1 sachet Onoiwa MX, 3 kali sehari, selama 7-14 hari, sampai pasien merasa lebih baik.

(mul/up)