Senin, 19 Jul 2021 15:30 WIB

Pembatasan COVID-19 Dicabut, Warga Inggris Ramai-ramai Dugem Tanpa Masker

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Inggris melonggarkan pembatasan COVID-19, banyak remaja London yang kembali berpesta. Ilustrasi. (Foto: AFP)
Jakarta -

Pertama kalinya warga Inggris, tepatnya di London, kembali clubbing tanpa masker saat sebagian besar pembatasan COVID-19 dicabut. Banyak dari mereka berbondong-bondong memadati acara live music di Senin (19/7/2021), menandai hari itu sebagai 'hari kebebasan'.

Dikutip dari SCMP, Inggris menjadi salah satu negara dengan laporan korban tewas akibat COVID-19 tertinggi dunia usai menghadapi gelombang baru Corona, Namun, Perdana Menteri Boris Johnson bersikeras mencabut sebagian besar pembatasan COVID-19 di Inggris.

Termasuk masker yang tidak lagi menjadi barang wajib.

Para pakar epidemiologi menilai dicabutnya pembatasan COVID-19 tidak tepat dilakukan saat ini. Meski begitu, banyak remaja yang sudah menjalani aturan lockdown selama lebih dari satu setengah tahun ingin segera kembali ke hidup normal, termasuk menghadiri pesta.

"Saya ingin menari, saya ingin mendengar live music, saya ingin suasana di sebuah pertunjukan, dan berada di kerumunan," kata Georgia Pike, 31, di Oval Space di Hackney, London timur, dikutip dari The Straits Times.

Meski beberapa di antara mereka bersenang-senang, tidak sedikit yang juga khawatir soal gelombang kasus baru COVID-19. Pasalnya, hampir 50.000 kasus baru COVID-19 tercatat di Inggris per hari Minggu (18/7/2021).

"Saya sangat senang, tetapi bercampur dengan perasaan akan datangnya malapetaka," kata Gary Cartmill, 26 yang ikut hadir dalam pesta tersebut.

Setelah melakukan vaksinasi dengan cakupan lebih besar dibandingkan hampir semua negara Eropa lainnya, Boris Johnson menilai Inggris akan segera kembali membuka pembatasan lebih luas. Sebab, orang yang sudah menerima vaksin COVID-19, cenderung tidak mengalami gejala COVID-19 parah.

Promotor acara live music tersebut, Rob Broadbent dan Max Wheeler-Bowden memasang video mereka sendiri saat melakukan tes COVID-19 dan mendesak para pengunjung yang diminta hadir untuk mengisolasi diri setelah berpesta.

Mereka juga menyebut sudah mengurangi jumlah personil band, dan membatasi tempat agar lebih sedikit orang yang hadir. Warga Inggris sendiri bak terbagi dalam dua kubu, satu kubu ingin segera mengakhiri pembatasan pandemi COVID-19, sementara yang lainnya bersikeras untuk melanjutkan pembatasan karena khawatir akan bahaya COVID-19 dengan varian baru.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)