Senin, 19 Jul 2021 16:30 WIB

Perlukah Tes PCR Dilakukan Setelah Isolasi Mandiri? Ini Kata Pakar

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Petugas tenaga kesehatan melakukan swab antigen kepada pemudik di kawasan hunian vertikal Apartemen Gading Nias, Pengangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (20/5). Perlukah melukan tes PCR usai menjalani isolasi mandiri? (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Jakarta -

Berbagai pertanyaan seputar isolasi mandiri kerap ditanyakan oleh sebagian masyarakat. Salah satunya adalah perlukah tes PCR dilakukan setelah isolasi mandiri?

Setiap pasien COVID-19 yang bergejala ringan atau tanpa gejala diimbau untuk melakukan isolasi mandiri. Namun, tak sedikit di antara mereka yang masih kebingungan tentang kepastian apakah dirinya sudah sembuh dari virus Corona atau belum setelah menjalani isolasi mandiri.

Terkait hal ini, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K), mengatakan pasien COVID-19 bergejala ringan atau tanpa gejala tidak perlu melakukan tes PCR ulang apabila waktu isolasi mandirinya sudah selesai.

"Kalau Anda tanpa gejala, harus isolasi selama 10 hari sejak pengambilan swab. Kalau gejalanya ringan 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala," kata dr Erlina dalam webinar PDPI tentang isolasi mandiri pasien COVID-19, Jumat (2/7/2021).

"Yang harus saya sampaikan adalah pemeriksaan PCR di akhir isolasi mandiri tidak perlu dilakukan," lanjutnya.

Seandainya pasien tetap ingin melakukan tes PCR dan ternyata hasilnya masih positif COVID-19, dr Erlina mengatakan tak perlu panik dan khawatir. Pasalnya, walaupun hasilnya positif, namun jika sudah tidak bergejala, maka sudah dipastikan kamu telah sembuh dari virus Corona.

"Jadi kalau tanpa gejala, kalau pun masih positif itu nggak masalah, yang penting tidak ada gejala. Begitu juga dengan yang ringan, kalau sudah 13 hari sesuai ketentuan dan tetap kepo ingin periksa dan masih positif, tidak perlu dilanjutkan isolasi," jelasnya.

"Jadi intinya kalau tanpa gejala, gejala ringan, itu nggak perlu PCR, hanya bikin stres saja, yang penting masa waktu isolasinya dijalani," tambanya.

Virus Corona tak lagi menular usai isolasi mandiri

Dalam pernyataan terpisah, dokter spesialis penyakit dalam dari RSUP Fatmawati, dr Jerry Nasarudin, SpPD, mengatakan pasien COVID-19 bergejala ringan atau tanpa gejala tak perlu melakukan tes PCR lagi setelah masa isolasi mandiri selesai.

dr Jerry pun memastikan pasien COVID-19 yang sudah menjalani isolasi mandiri tak akan lagi menularkan virus Corona.

"Dari literatur, penelitian dikatakan tidak ada penularan pada pasien-pasien COVID dengan gejala ringan atau pun sedang yang sudah melakukan isolasi atau tidak bergejala setelah melakukan isolasi selama 10 hari sesuai dengan panduan, dan ringan 10 hari plus 3, setelah dilakukan isolasi pada waktu tersebut sudah tidak ada lagi penularan," ujar dr Jerry dalam siaran langsung di Instagram @radiokesehatan, Senin, (19/7/2021).

"Dibuktikan pada penelitian itu, virus-virus ini dikultur dan hasilnya bahwa virus-virus itu tidak lagi hidup. Jadi artinya, setelah melakukan isolasi mandiri sesuai dengan panduan, sudah tidak lagi menular. Tapi, protokol kesehatan tetap berjalan, masker tetap dipakai," tuturnya.

Pedoman Kemenkes RI

Berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Revisi 5, yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI pada 13 Juli 2020, ada tiga kriteria pasien COVID-19 yang dinyatakan selesai isolasi, sebagai berikut.

1. Pasien COVID-19 tanpa gejala

Pasien COVID-19 tanpa gejala tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR. Dinyatakan selesai isolasi apabila sudah melakukan isolasi mandiri selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

2. Pasien COVID-19 gejala ringan-sedang

Pasien COVID-19 dengan gejala ringan atau sedang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR. Dinyatakan selesai isolasi dihitung dari 10 hari sejak tanggal mengalami gejala, kemudian ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

3. Pasien COVID-19 gejala berat

Pasien COVID-19 dengan gejala berat atau kritis yang dirawat di rumah sakit dapat dinyatakan selesai isolasi apabila telah mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, kemudian ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.



Simak Video "Kok Bisa Harga PCR Covid-19 di India Cuma Rp 100 Ribuan?"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)