Kamis, 22 Jul 2021 13:45 WIB

Ilmuwan Temukan Virus Kuno Berusia 15 Ribu Tahun di Es Gletser Tibet

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan mikroskop. Ilustrasi penelitian. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Para ilmuwan yang mempelajari gletser menemukan virus kuno berusia hampir 15.000 tahun dalam dua sampel es yang diambil dari Dataran Tinggi Tibet di China. Sebagian besar virus tersebut, yang bertahan karena tetap beku, tidak seperti virus mana pun yang sudah dikenali manusia hingga saat ini

Temuan yang dipublikasikan di jurnal Microbiome, dapat membantu para ilmuwan memahami bagaimana virus berevolusi selama berabad-abad. Untuk penelitian ini, para ilmuwan juga menciptakan metode baru untuk menganalisis mikroba dan virus dalam es tanpa mencemarinya.

Dikutip dari Science Daily, Zhi-Ping Zhong, penulis utama studi dan peneliti di The Ohio State University Byrd Polar and Climate Research Center menemukan kode genetik 33 virus kuno di balik es gletser dataran tinggi Tibet yang mencair. Zhong mengatakan pencairan gletser Tibet tidak hanya akan menyebabkan hilangnya mikroba dan virus kuno, tetapi juga melepaskannya ke lingkungan di masa depan.

"Gletser ini terbentuk secara bertahap, dan bersama dengan debu dan gas, banyak, banyak virus juga disimpan di es itu," kata Zhi-Ping Zhong.

Ketika mereka menganalisis, peneliti menemukan 33 kode genetik virus. Empat di antaranya sudah diidentifikasi namun 28 lainnya masih belum diketahui.

Ahli mikrobiologi Ohio State University, Matthew Sullivan mengatakan virus tersebut ditemukan di 21 ribu kaki atau sekitar 6,7 km di atas permukaan laut China ini berkembang biak di tengah lingkungan ekstrem dan menginfeksi sel di lingkungan yang dingin.

Analisis para peneliti menunjukkan bahwa virus kemungkinan berasal dari tanah atau tanaman, bukan dari hewan atau manusia, berdasarkan lingkungan dan data virus yang diketahui.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)