Jumat, 23 Jul 2021 14:07 WIB

4 Cara Bujuk Anak Agar Tak Takut Divaksin COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
A medium shot of a Caucasian, young girl receiving her Covid-19 vaccination from a nurse. They are both wearing a protective face mask. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/SolStock)
Jakarta -

Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli tiap tahun. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, saat ini anak memiliki tantangan, yakni agar terbebas dari penularan COVID-19.

Salah satu cara melindungi anak dari paparan COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Kelompok anak masuk dalam target sasaran vaksinasi COVID-19 karena mereka juga tergolong rentan dan ada risiko perburukan jika tertular.

Berdasarkan panduan terbaru, anak yang berusia di atas 12 tahun sudah bisa menerima dosis vaksin COVID-19.

Namun, ada beberapa kendala yang bisa menghambat vaksinasi seperti anak takut jarum suntik hingga termakan hoaks yang banyak beredar di media sosial.

Spesialis anak dari RSAB Harapan Kita dr Eva Devita SpA(K) memberikan beberapa tips agar anak mau vaksin COVID-19.

"Sebelum anak melakukan vaksinasi COVID-19, anak harus dalam kondisi yang sehat, tidak boleh dalam kondisi demam. Setelah divaksin harus tetap jaga protokol kesehatannya," kata dr Eva dalam siaran Radio Kesehatan Kemenkes, Kamis (22/7/2021).

1. Berikan edukasi sebelum vaksinasi

dr Eva melanjutkan, untuk anak-anak yang masih takut dengan jarum, maka diedukasi terlebih dahulu oleh orangtua seperti apa nanti yang akan terjadi, kemudian rasanya seperti apa. Sehingga saat di tempat vaksin bisa lebih tenang.

"Edukasi soal vaksin Covid-19 pada anak itu penting agar anak memahami apa yang akan mereka lakukan saat itu. Ketika mengerti akan pentingnya vaksinasi Covid-19, maka anak akan mau divaksin tanpa paksaan," kata Eva.

2. Berikan semangat

Anak usia 12 hingga 17 tahun masih memiliki emosi yang belum stabil. Mereka memiliki ketakutan tersendiri pada berbagai hal salah satunya vaksin. Oleh sebab itu, orang tua harus memberikan edukasi dan juga memberikan semangat kepada anak.

Jangan sampai menakut-nakuti dengan adanya berita hoax, rasa ngilu saat jarum suntik masuk tubuh, dan sakit akibat KIPI.

3. Berikan contoh

Orang tua dan orang dewasa sebaiknya memberikan contoh dengan sudah mendapatkan vaksin COVID-19 sebelum meminta anak divaksin. Sebab, anak biasanya meniru apa yang dilakukan orang tua atau sekitarnya.

Ketika anak melihat orang tuanya mendapat vaksin, maka mereka juga akan menginginkan hal tersebut.

4. Dampingi anak saat vaksinasi

Ketika anak hendak divaksin, jelaskan pada anak bagaimana alur vaksinasi COVID-19. Mulai dari keberangkatan dari rumah, pendaftaran, suntik vaksin COVID-19, saat menunggu hasil observasi KIPI selama 30 menit, dan kepulang.

Hal tersebut dapat membantu anak lebih siap mendapatkan suntikan vaksin COVID-19.



Simak Video "Apakah Suntikan Booster Efektif Lawan Varian Baru Covid-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)