Jumat, 23 Jul 2021 18:25 WIB

Pakar Sebut COVID-19 Varian Delta Penyakit Pernapasan Paling Menular

Ayunda Septiani - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter
Jakarta -

COVID-19 varian Delta atau B1617.2 yang menyebar hampir di seluruh dunia adalah salah satu penyakit pernapasan paling menular yang pernah diteliti para ilmuwan.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC, Centers for Disease Control and Prevention), Rochelle Walensky.

Dia menyebutkan COVID-19 varian Delta lebih agresif serta menular dari strain yang beredar sebelumnya.

"Ini adalah salah satu virus pernapasan paling menular yang kami ketahui dan telah saya lihat selama 20 tahun karier saya," jelas Walensky dikutip dari laman CNBC.

CDC mencatat, COVID-19 varian Delta memang sangat menular, sebab orang yang terinfeksi membawa hingga 1.000 kali lebih banyak virus pada saluran hidung, daripada mereka yang terinfeksi strain asli.

Gejala COVID-19 Varian Delta, Mudah Menular dan Jangkiti Usia MudaGejala COVID-19 Varian Delta, Mudah Menular dan Jangkiti Usia Muda Foto: infografis detikHealth

Di AS, COVID-19 varian Delta juga menyebar dengan cepat dan membuat kenaikan kasus serta lonjakan rawat inap di rumah sakit. Ada lebih dari 83 persen kasus di AS atau naik 50 persen dari minggu pertama bulan ini.

Rata-rata pada kasus baru per 7 hari naik sekitar 53 persen dari minggu lalu, saat ini ada 37.674 kasus baru per hari. Kenaikan terjadi pada pasien yang dirawat inap yakni sebesar 32 persen dari minggu lalu sekitar 3.500 per hari.

Selain itu kasus kematian juga melonjak 19 persen dalam periode yang sama yakni sekitar 240 kasus per hari.

Di negara tersebut, virus menyerang wilayah negara bagian dengan tingkat vaksinasi rendah. Sebaliknya pada negara bagian yang mencatatkan tingkat vaksinasi tinggi mengalami peningkatan kasus baru yang lebih rendah.

Koordinator Respons COVID-19 di Gedung Putih, Jeff Zients, mengungkapkan ada tiga negara bagian dengan tingkat vaksinasi rendah dan menyumbang 40 persen dari seluruh kasus baru. Negara tersebut adalah Florida, Texas dan Missouri.

Di Florida sendiri menyumbang 1 dari 5 kasus baru di AS pada dua minggu berturut-turut.



Simak Video "Jumlah Virus Varian Delta 1620 Kali Lebih Tinggi dari Varian Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)