Jumat, 23 Jul 2021 20:29 WIB

Hati-hati, Ini Bahaya Bikin Oksigen Sendiri di Rumah

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Oxygen saturation and heart rate measurement monitor. Foto: Getty Images/iStockphoto/mkToy
Jakarta -

Beredar video viral yang membagikan cara membuat oksigen di rumah dengan alat-alat sederhana. Dalam video tersebut, pembuat alat mengklaim oksigen bisa dihasilkan lewat aerator atau pompa udara yang biasa digunakan di akuarium.

Para ahli memperingatkan bahaya dari mencoba membuat oksigen medis sendiri di rumah. Metode ilmiah yang dilakukan untuk menghasilkan oksigen medis adalah menggunakan konsentrator.

Melakukan cara-cara lain dalam membuat oksigen sendiri di rumah dapat menimbulkan banyak risiko. Alat yang dibuat sendiri sayangnya tidak akan dapat menambah jumlah oksigen yang dihirup.

"Pendekatan seperti itu bahkan bisa merusak jika itu menyebabkan keterlambatan dalam mencari perawatan kesehatan yang tepat," kata Tarun Bhatnagar, seorang ilmuwan di ICMR-National Institute of Epidemiology di Chennai, dikutip dari Reuters.

Rawan kontaminasi

Menanggapi video viral yang beredar, Ketua Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Mochamad Zakki Fahmi mengatakan metode ini hanya akan mendorong udara kepada pasien COVID-19, bukan oksigen. Alat tersebut hanya membuat paru-paru terpaksa bekerja lebih keras untuk menyaring oksigen.

Metode yang dilakukan juga rawan risiko kontaminasi. Bukan hanya dari peralatan pompa, tapi juga dari udara yang masuk karena tidak adanya penyaringan dengan baik.

"Sangat mungkin masih mengandung banyak kotoran debu dan mikroorganisme yang berbahaya," ujarnya saat berbincang dengan detikcom.

Lonjakan kasus yang terjadi di Tanah Air dalam beberapa hari belakangan ini membuat permintaan alat kesehatan yang berhubungan dengan COVID-19 juga merangkak naik.

Banyak masyarakat yang kesulitan mendapat pasokan oksigen sehingga melakukan beragam cara untuk mendapatkannya, salah satunya membuat alat yang justru memiliki risiko tinggi bagi para penggunanya.

Ahli menyarankan pasien COVID-19 yang membutuhkan oksigen tetap harus mendapat perawatan di rumah sakit untuk memantau kondisi mereka agar tetap stabil.



Simak Video "Kebutuhan Oksigen untuk Pasien COVID RI Tembus 2.000 Ton per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)