Jumat, 23 Jul 2021 23:23 WIB

75 Persen Kasus COVID-19 di Singapura Sudah Divaksin, Gejala Lebih Ringan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sejumlah negara mulai longgarkan pembatasan dan susun kerangka untuk hidup berdampingan dengan Corona. Negara mana sajakah itu? Foto: Getty Images
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 tidak menjamin seseorang 100 persen kebal penularan COVID-19. Di Singapura, 75 persen kasus COVID-19 dalam 4 pekan terakhir dialami warga yang sudah divaksinasi.

Kabar baiknya, mereka yang sudah divaksinasi mengalami gejala penyakit yang lebih ringan.

Dikutip dari Reuters, Jumat (23/7/2021), data menunjukkan bahwa dalam 28 hari terakhir ada 1.069 penularan lokal. Sebanyak 484 atau sekitar 44 persen dialami warga yang sudah vaksinasi penuh, 30 vaksinasi dosis pertama, dan hanya 25 persen yang belum divaksinasi sama sekali.

Sebanyak 7 kasus mengalami gejala serius dan membutuhkan oksigen, sedangkan satu kasus lainnya kritis dan dalam perawatan intensif. Tidak satupun dari 8 kasus ini yang sudah divaksin penuh.

Disebutkan, vaksin sangat efektif mencegah kasus parah, namun selalu ditekankan bahwa mereka yang sudah divaksinasi tidak benar-benar kebal. Bahkan masih bisa menularkan.

Karenanya, vaksinasi saja dinilai tidak cukup.

"Dengan semakin banyak warga Singapura yang divaksinasi, kita akan semakin sering mendapati infeksi di antara warga yang telah divaksinasi," kata Teo Yik Ying, dekan Saw Swee Hock School of Public Health di National University of Singapore.

Singapura saat ini telah memvaksinasi 75 persen dari 5,7 juta warganya. Separuh populasi bahkan sudah vaksinasi lengkap. Cakupan ini merupakan yang tertinggi kedua setelah Arab Saudi.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)