Minggu, 25 Jul 2021 06:12 WIB

Round Up

Peneliti Vaksin Nusantara 'dr Terawan' Buka Suara Soal Klaim 'Diakui Dunia'

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jonny peneliti utama Vaksin Nusantara Peneliti utama vaksin nusatara Kolonel Jonny (Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth)
Jakarta -

Narasi viral di media sosial bahwa Vaksin Nusatara diakui dunia sempat bikin heboh. Salah seorang penelitinya akhirnya angkat bicara meluruskan kesimpangsiuran.

Peneliti utama vaksin dendritik Nusantara, Kolonel Jonny, memastikan klaim 'diakui' yang ramai dibicarakan bukan berupa persetujuan dari otoritas berwenang seperti organisasi kesehatan dunia WHO.

"Bukan diakui dunia seperti disetujui WHO, itu sudah di-publish di jurnal PubMed kan, jurnal internasional. Artinya, sudah dilirik dunialah," kata Jonny saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/7/2021).

Artikel di jurnal internasional PubMed yang dimaksud berjudul 'Dendritic cell vaccine immunotherapy; the beginning of the end of cancer and COVID-19'. Isinya bukan hasil uji klinis vaksin Nusantara, melainkan hipotesis teknologi dendritik untuk vaksin COVID-19.

Johnny menegaskan, para peneliti vaksin Nusatara saat ini masih tetap mematuhi nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan RI, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan TNI AD. Artinya, para peneliti masih belum melanjutkan uji klinis.

"Kan sesuai MoU (nota kesepahaman) itu, kami masih menunggu. Kami nggak bisa lanjut ke fase tiga," kata Jonny.



Simak Video "Potret Moeldoko Saat Disuntik Vaksin Nusantara oleh Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)