Minggu, 25 Jul 2021 12:45 WIB

AS Dikabarkan Danai Penelitian Virus di China, Terkait COVID-19?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan mikroskop. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Asal-usul virus Corona masih misteri dan menjadi perdebatan di seluruh dunia. Perdebatan ini masih terus berlanjut, hingga kini ada tudingan Amerika Serikat (AS) ikut mendanai riset mengenai virus di Wuhan, China.

Institut Virologi Wuhan kerap dianggap sebagai tempat pertama virus Corona muncul. Meski demikian, anggapan ini sampai sekarang belum terbukti.

Senator AS dari Partai Republik, Rand Paul, bikin geger setelah menyebut pemerintah AS menggunakan uang untuk mendanai penelitian di China untuk membuat sejumlah virus, meski bukan virus Corona, namun lebih menular dan mematikan dengan dana dari riset medis gain-of-function.

Dikutip dari BBC, gain-of-function research adalah istilah untuk penelitian medis yang mengubah mikroorganisme atau penyakit dengan cara meningkatkan patogenesis, transmisibilitas, atau jangkauan inang.

Para peneliti akan memodifikasi kode genetik atau menempatkan organisme di lingkungan berbeda. Tujuannya untuk mengubah organisme dalam beberapa cara.

Dengan virus yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia, berarti mengembangkan virus yang berpotensi lebih menular dan berbahaya. Para ilmuwan membenarkan potensi risiko dengan mengatakan penelitian dapat membantu mempersiapkan wabah dan pandemi di masa depan dengan memahami bagaimana virus berevolusi, dan karena itu mengembangkan perawatan dan vaksin yang lebih baik.

Tuduhan dibantah oleh pakar AS

Amerika Serikat memang menyumbangkan sejumlah dana untuk pengembangan riset kesehatan. Namun Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Anthony Fauci, sudah membantah tuduhan AS memberikan dana kepada Institut Virologi Wuhan.

"[NIH] Tidak pernah dan sekarang tidak mendanai penelitian fungsi di Institut Virologi Wuhan," kata Fauci pada Mei lalu.

Fauci juga mengatakan penelitian telah dievaluasi beberapa kali oleh orang yang berkualifikasi untuk tidak termasuk dalam gain-of-function. Dia menegaskan jika secara molekuler tidak mungkin virus menghasilkan virus corona, namun Fauci tidak memberikan informasi lebih lanjut.

Institut Kesehatan Nasional AS memang memberikan sejumlah dana untuk EcoHealth Alliance, sebuah organisasi yang bekerja sama dengan Institut Virologi Wuhan. Namun organisasi tersebut juga telah menolak tuduhan mendukung atau mendanai penelitian peningkatan fungsi virus di China.

Dua badan itu menyatakan, mereka mendanai sebuah proyek untuk memeriksa "pada tingkat molekuler" terkait virus kelelawar yang baru ditemukan dan protein lonjakannya yang membantu virus mengikat sel hidup. Riset itu, menurut klaim mereka, dilakukan "tanpa mempengaruhi lingkungan atau perkembangan atau keadaan fisiologis organisme".



Simak Video "Permintaan AS ke WHO: Tim Riset Asal Usul Corona Balik Lagi ke Wuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)