Selasa, 27 Jul 2021 14:30 WIB

Fakta-fakta B1466.2, Varian COVID-19 asal Indonesia yang Dipantau WHO

Firdaus Anwar - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Foto ilustrasi: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara berkala melacak penyebaran dan perkembangan berbagai varian COVID-19 di dunia. Dalam informasi terbaru yang diunggah pada 23 Juli 2021, ada beberapa varian baru yang masuk ke dalam daftar pengawasan.

WHO memasukkan varian-varian tersebut ke dalam kelompok "Alerts for Further Monitoring". Menariknya ada satu varian yang pertama kali dilaporkan oleh Indonesia masuk ke dalam daftar yaitu B1466.2.

Berikut fakta-fakta B1466.2 yang kini dipantau WHO:

1. Belum masuk kategori Voc atau VoI

WHO sebelumnya sudah memiliki sebutan kelompok untuk berbagai varian yang dianggap berbahaya yaitu kelompok variant under investigation (VoI) atau variant of concern (VoC). Varian Corona B1466.2 dari Indonesia belum masuk kelompok itu.

WHO menjelaskan varian dalam kategori Alerts for Further Monitoring memiliki potensi jadi berbahaya di masa depan karena memiliki perubahan genetik. Hanya saja data bukti-buktinya masih belum cukup sehingga dibutuhkan pengawasan dan penelitian berulang yang kuat.

2. Dilaporkan Indonesia

Sampel pertama dari varian B1466.2 dilaporkan oleh Indonesia pada bulan November 2020 lalu. WHO kemudian mengkategorikannya dalam kelompok Alerts for Further Monitoring pada 28 April 2021.

3. Belum bernama resmi

Varian B1466.2 belum mendapat nama atau sebutan resmi, layaknya B117 yang disebut Alpha atau B1617.2 yang disebut Delta. Alasannya karena perkembangan ilmu pengetahuan varian dalam kelompok monitoring ini berkembang cepat sehingga mungkin banyak yang akan ditambah atau dikeluarkan.

"Pemahaman kami terkait varian di kategori ini berkembang dengan cepat dan karena itu isinya bisa ditambah atau dikurangi begitu saja. Karena itu juga WHO tidak memberi label khusus," tulis WHO dalam situs resminya.

4. Kelompok Alerts for Further Monitoring

Setidaknya ada 13 varian Corona, termasuk B1466.2, yang dimasukkan WHO ke dalam kelompok Alerts for Further Monitoring. Di dalam kelompok ini juga ada tiga varian yang sebelumnya sempat masuk kategori VoI meski akhirnya dikeluarkan, yaitu Epsilon (B1427/B1429), Zeta (P2), dan Theta (P3).



Simak Video "WHO Minta Indonesia Pantau Terus 3 'Varian Lokal' yang Dominan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)