Rabu, 28 Jul 2021 08:18 WIB

Catat! Ini Syarat Rumah Boleh Dijadikan Tempat Isolasi Mandiri

Jihaan Khoirunnisaa - detikHealth
Blonde woman in isolation at home for virus outbreak Foto: Getty Images/ArtistGNDphotography
Jakarta -

Guna mengurangi beban rumah sakit, pasien COVID-19 bergejala ringan ataupun tanpa gejala diizinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Kusubbid Tracking Satgas COVID-19, dr Kusmedi Priharto SpOT MKes mengatakan hal tersebut boleh saja asalkan rumah memenuhi kriteria untuk dijadikan tempat isolasi.

"Tidak mudah melakukan isolasi mandiri. Di rumah itu tidak boleh terlalu banyak orang yang ada di sana. Karena kalau tidak melakukan isolasi dengan baik dia akan menulari semua keluarga di sana," ujar dr. Kusmedi, Selasa (27/7/2021).

Dalam Talkshow 'Penyuluhan Penguatan Peran Desa sebagai Garda Depan Pencegahan & Penanganan COVID-19' yang digelar secara daring pada Selasa (26/7) lalu, ia menyebut setidaknya rumah tidak berisikan terlalu banyak orang di dalamnya. Selain itu, harus ada kamar tersendiri dan kamar mandi terpisah yang tidak digunakan oleh anggota keluarga lainnya.

"Kadang-kadang orang ingin isolasi mandiri di rumah karena ingin dekat dengan keluarga, tapi isi rumahnya isi 6 atau 8 orang. Tidak punya kamar sendiri, tidak punya kamar mandi sendiri. Padahal orang-orang yang melakukan isolasi mandiri dia harus terisolasi betul," terangnya.

Menurut dr. Kusmedi, kamar mandi terpisah ini penting. Sebab saat mandi pasien COVID-19 akan membuka masker, sehingga dapat meningkatkan peluang penyebaran virus Corona.

"Apabila kita akan melakukan isolasi mandiri di rumah harus ada kamar tersendiri. Yang ada kamar mandi di dalamnya atau di dekatnya. Kenapa itu harus ada, karena kalau mandi orang akan membuka bajunya semua termasuk maskernya sehingga kemungkinan itu akan menyebar di sekitar situ," tuturnya.

Apabila tidak ada kamar mandi yang terpisah, anggota keluarga yang ingin menggunakan kamar mandi tersebut wajib menunggu selama 30 menit hingga 1 jam. Kemudian, kamar mandi harus disemprot dan dibersihkan.

"Lalu apa saja kamar isinya, harus ada jendelanya, harus ada ventilasi. Jendela juga harus diperhatikan jangan sampai jendela kita berhadapan dengan bendera tetangga. Ketika dua-duanya dibuka maka virusnya berpindah ke sebelah," tandasnya.

Selain itu, ia menjelaskan kamar yang digunakan untuk isolasi mandiri harus mendapatkan sinar matahari. Dengan begitu pasien COVID-19 bisa tetap berjemur guna mempercepat proses penyembuhan.

"Kemudian alat alat-alat makan harus disendirikan, baju baru disendirikan, sprei bantal semuanya disendirikan, nggak boleh bercampur. Apabila kita habis makan Ada apa gelas piring dan sebagainya, dicuci dulu, rendam pakai sabun selama 3 jam, selesai baru keluarkan biar dicuci oleh keluarga," katanya.

Lebih lanjut, dr. Kusmedi menjelaskan setidaknya ada 2 alat kesehatan yang harus dimiliki oleh pasien COVID-19 di rumah. Yakni, termometer dan oksimeter untuk mengukur dan memantau saturasi oksigen. Apabila hal-hal tadi tidak terpenuhi, maka ia menyarankan agar pasien melakukan isolasi di tempat yang telah disediakan pemerintah.

"Apabila tidak mempunyai tempat untuk isolasi mandiri maka lebih baik melakukan isolasi di tempat pemerintah yang sudah diatur. Untuk pembiayaan tidak ada pembiayaan karena semua pembiayaan ditanggung oleh pemerintah, baik itu di tempat isolasi ataupun di rumah sakit," pungkasnya.



Simak Video "Pertunjukan Wayang Kulit Sebagai Media Penyampai Informasi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)