Rabu, 28 Jul 2021 07:17 WIB

50 Ribu Hoax Seputar Pandemi, dr Reisa: Indonesia Negara Beribu Mitos

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
dr. Reisa Broto Asmoro Foto: dok. BNPB
Jakarta -

Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia masih memiliki tantangan. Bukan hanya dari sisi pendistribusian vaksin, tetapi juga penyebaran hoaks di masyarakat.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro mengatakan hoaks menjadi salah satu alasan masih banyak masyarakat yang ragu menerima vaksin.

"Misinformasi, disinformasi, fitnah, kabar bohong, mitos. Di Indonesia ini memang negara dengan beribu-ribu mitos," kata dr Reisa dalam dialog kesehatan, Selasa (26/7/2021).

Selama pandemi COVID-19 berlangsung, dr Reisa mengungkap ada lebih dari 50 ribu hoaks beredar seputar Corona, termasuk mengenai vaksinasi. Di awal kemunculan pandemi saja, sudah ada 5 ribu hoaks yang menyebar di Indonesia.

"Jadi memang penyebaran informasi yang enggak akurat dan kesannya memang tak terbendung," tambahnya.

Ada cara untuk mengetahui informasi yang beredar adalah hoax atau tidak. Salah satunya dengan mengecek narasi berita yang disampaikan.

Disebutkan dr Reisa, hoax dicirikan dengan kalimat bombastis dan tidak ada sumber valid yang dicantumkan. Masyarakat bisa mengecek kebenaran beritanya di website covid19.co.id atau Kemenkes. Ikuti berita dari sumber resmi atau update dari pemerintah yang sudah diverifikasi berulang.

"Vaksin COVID-19 yang sudah disetujui Badan POM pasti aman, bermutu dan berkhasiat," sarannya.



Simak Video "Faktor Penunjang Agar Target 100 Juta Suntikan Tercapai Akhir Agustus"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)