Rabu, 28 Jul 2021 08:17 WIB

Gara-gara Varian Delta, Kasus Corona di China Naik Lagi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pertumbuhan ekonomi China melambat pada kuartal II 2021. Biro Statistik Nasional mencatat pertumbuhan produk domestik bruto China pada periode April hingga Juni sebesar 7,9 persen. Foto: AP Photo
Jakarta -

Kasus virus Corona kembali naik di China. Otoritas kesehatan China melaporkan 76 kasus baru COVID-19 pada Senin (26/7/2021), angka terbanyak sejak Januari lalu.

Dikutip dari Reuters, lonjakan 76 kasus ini termasuk 40 penularan lokal yang terjadi di ibukota Provinsi Jiangsu, Nanjing. Dari aktivitas genom sequencing yang dilakukan diketahui bahwa infeksi lokal ini merupakan infeksi Corona varian Delta.

"Berdasarkan hasil pengujian genetik pada pasien, jenis virus yang menyebabkan wabah virus corona Nanjing adalah jenis Delta," kata seorang pejabat pemerintah kota Nanjing.

China telah mengambil pendekatan tanpa toleransi terhadap infeksi COVID-19, dengan cepat menguji sebagian besar populasinya dan melacak kontak dari setiap kasus positif untuk mencegah penyebaran virus.

Puluhan ribu orang kini berada di bawah lockdown yang diterapkan di kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, dengan otoritas setempat melakukan tes Corona terhadap 9,2 juta warganya usai muncul wabah Corona baru terkait para pekerja bandara setempat pekan lalu.

Jumlah kasus asimtomatik, yang tidak diklasifikasikan China sebagai kasus yang dikonfirmasi, turun menjadi 20. Di antara kasus tanpa gejala, tiga adalah infeksi lokal, semuanya terdeteksi di provinsi timur laut Liaoning.

China adalah negara yang pertama kali mencatat adanya virus Corona. Virus itu muncul di kota Wuhan dan memaksa otoritas nasional untuk melaksanakan penguncian besar-besaran selama hampir 3 bulan di kota China tengah itu.



Simak Video "Jumlah Virus Varian Delta 1620 Kali Lebih Tinggi dari Varian Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)