Rabu, 28 Jul 2021 10:46 WIB

Varian 'Delta Plus' Masuk RI, Ini Antisipasi Kemenkes Agar Tak Menyebar

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jakarta -

Varian Corona Delta Plus menambah daftar varian baru COVID-19 yang perlu diwaspadai di Indonesia. Diketahui sudah ada 3 kasus varian Delta Plus atau AY.1 yang ditemukan di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi agar varian Delta Plus tidak meluas ke wilayah-wilayah lain. Namun untuk penyebaran awalnya sendiri, masih belum diketahui sumber pastinya.

"Prinisipnya kita sudah melakukan proses karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri untuk mengantisipasi, tapi bisa saja penyebaran varian tersebut lokal karena pada kasus varian Delta kita juga dapatkan tanpa riwayat pelaku perjalanan," jelasnya saat dihubungi detikcom, Rabu (28/6/2021).

"Jadi tetap upaya dilakukan perkuat prokes, kurangi mobilitas dan kita perkuat surveilens genom kita," sambungnya.

varian delta plus apanya yang plusvarian delta plus apanya yang plus Foto: infografis detikHealth

Sebelumnya, Lembaga Biologi Molekular Eijkman menyebut telah mendeteksi tiga kasus varian Delta Plus di dua wilayah Indonesia, yakni Mamuju (Sulawesi Barat) dan Jambi.

Varian Delta Plus oleh WHO juga termasuk dalam salah satu varian COVID-19 yang diwaspadai. Tamnbahan istilah 'Plus' pada varian Delta Plus menandakan bahwa varian tersebut telah mengalami mutasi lebih lanjut.

Varian Delta Plus, yang juga ditemukan pertama kali di India ini, masih belum diketahui tingkat penularannya dan keparahannya. Ahli virologi top di India mengatakan gejala varian Delta Plus ini hampir sama dengan gejala yang ditemukan pada varian Delta dan varian Beta (B1351).

Gejalanya antara lain demam, sakit kepala, diare, perubahan warna jari kaki dan tangan, nyeri dada, batuk, sakit perut, mual, sampai kehilangan nafsu makan.

(kna/up)