Rabu, 28 Jul 2021 11:03 WIB

ROUND UP

Antibodi Vaksin Sinovac Memudar Setelah 6 Bulan, Ahli Sarankan Booster

Ayunda Septiani - detikHealth
Vaksin Sinovac untuk Anak Dapat Lampu Hijau, Ini Fakta-faktanya Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Studi yang dilakukan oleh peneliti di China menemukan antibodi yang dibentuk oleh vaksin COVID-19 Sinovac Biotech akan menurun sekitar enam bulan, setelah menerima dosis kedua.

Para peneliti menyebut, suntikan dosis ketiga vaksin Sinovac akan memiliki efek yang kuat untuk melawan virus Corona.

Peneliti China melaporkan temuan ini dari studi sampel darah orang dewasa sehat berusia antara 18 hingga 59 tahun. Oleh karena itu, dibutuhkan dosis ketiga untuk meningkatkan antibodi yang sudah menurun.

Sementara untuk peserta yang menerima dua dosis, dua atau empat minggu terpisah hanya 16,9 persen dan 35,2 persen dari masing-masing, yang masih memiliki tingkat antibodi penawar di atas ambang batas enam bulan setelah dosis kedua.

Dikutip dari laman Reuters, pembacaan tersebut didasarkan pada data dari dua kelompok yang melibatkan lebih dari 50 peserta.

Ketika peserta dalam beberapa kelompok diberi dosis ketiga, enam bulan setelah suntikan kedua, tingkat antibodi mereka setelah 28 hari berikutnya meningkat menjadi 3 hingga 5 kali lipat dibandingkan mereka yang hanya mendapatkan dosis kedua.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti di otoritas pengendalian penyakit di provinsi Jiangsu, Sinovac, dan institusi Tiongkok lainnya.

Tapi, para peneliti memperingatkan bahwa penelitian ini tidak menguji efek antibodi terhadap varian yang lebih menular, dan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai durasi antibodi setelah suntikan ketiga.



Simak Video "Indonesia Terima 5 Juta Vaksin Jadi dan 9,2 Juta Bulk Vaksin Sinovac"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/ayd)