Rabu, 28 Jul 2021 15:55 WIB

Ada Varian Delta Plus, COVID-19 di Jambi Naik 21 Persen-BOR RS Tinggi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Varian AY. 1 Delta Plus ditemukan di Indonesia, memiliki tingkat penularan yang lebih cepat. Foto: Infografis detikHealth
Jakarta -

Ketua Satgas IDI Wilayah Jambi dr Nirwan Satria SpAn mengungkap kasus Corona di Jambi naik drastis sejak 18 Juli 2021 lalu. Berdasarkan laporan per Selasa (27/7/2021), adapula 48 dokter yang tengah menjalani isolasi mandiri.

Dari total tersebut, ada 7 dokter yang dirawat, sementara salah satunya tengah menjalani perawatan di ruang intensif ICU. Kemunculan varian Delta Plus juga dikhawatirkan memicu kasus COVID-19 di Jambi terus meningkat.

Hal ini dikarenakan per 23 Juli kemarin, peningkatan kasus COVID-19 di Jambi tercatat naik 21 persen. Sementara keterisian bed pasien COVID-19 di satu-satunya RS rujukan COVID-19 Jambi yaitu Rumah Sakit Umum Raden Mattaher (RSUD) Jambi malaporkan hunian isolasi 90 persen dan ICU 90 persen.

"Secara kita lihat grafik di pulau Jawa sudah menurun, tetapi di luar pulau Jawa itu mulai naik, khususnya di provinsi Jambi per tanggal 23, ini kita ambil dari informasi teman-teman, peningkatannya naik sekitar 21 persen," beber dia.

"Ini satu-satunya RS terbesar di provinsi Jambi, RS Raden Mattaher, itu tempat tidur isolasinya 81 yang kosong 8, artinya 90 persen keterisiannya," sambungnya.

"Begitu juga ICU, tekanan negatif, cuma satu yang kosong. Tempat tidur yang tanpa ventilator, yang kosong juga cuma satu, di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher (RSUD) Jambi keterisiannya hampir penuh," beber dia.

Peningkatan kasus COVID-19

Menurut dr Nirwan, peningkatan kasus COVID-19 di 18 Juli langsung melonjak menembus 442 orang, padahal sebelumnya berada di angka 100 kasus. Sementara kini, penambahan kasus COVID-19 beberapa hari terakhir menetap di angka 200-an kasus per hari.

"Nah ini kita lihat kejadian peningkatan kasus mulai tanggal 18 Juli itu tiba-tiba ksus kami meningkat 442 orang, biasanya di bawah 100, itu pada tanggal 18 itu tiba-tiba naik menjadi 442 orang," kata dia.

"Yang menjadi masalah juga untuk kami yang kemarin diinformasikan Prof Amin ternyata varian Delta di indonesia sudah ada varian Delta Plus-nya, di Mamuju dan di tempat kami di Jambi," sambung dia.

"Ini varian juga menambah masalah dengan tingkat kecepatan penularannya," pungkasnya.

Terpisah, WHO dalam laporan mingguannya melaporkan peningkatan kasus COVID-19 tertinggi di enam provinsi terutama salah satunya Jambi.

"Dari jumlah tersebut, enam provinsi mengalami peningkatan lebih dari 150 persen: Banten (540%), Sumatera Utara (238%), Papua (233%), Kalimantan Selatan (196%), Jawa Timur (187%) dan Jambi (152%)," demikian paparan data WHO pada 12-16 Juli 2021.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)