Kamis, 29 Jul 2021 14:33 WIB

Ini Pedoman Petugas Pemulasara Jenazah COVID-19 dari Kemenkes

Khoirul Anam - detikHealth
relawan tim pemulasaraan jenazah saat memakamkan pasien COVID-19 Foto: Chuk Shatu Widarsha
Jakarta -

Petugas pemulasara jenazah pasien COVID-19 perlu melakukan persiapan khusus. Hal ini bertujuan agar menghindari penyebaran virus ke para petugas.

Kelompok Kerja Nasional Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi (Pokjanas PPI) Kemenkes RI dr. Leli Saptawati menyarankan petugas pemulasara dapat menggunakan alat perlindungan diri (APD).

"Jadi, petugas diwajibkan memakai gaun. Gaun ini direkomendasikan yang tahan air dan panjang, memiliki lengan panjang dengan ujung yang ada karetnya. Kemudian dilapisi dengan apron, kemudian diwajibkan memakai masker, bisa masker N95, bisa masker bedah," katanya dalam Webinar Relawan Berperan: Tata Laksana Pemulasaran Jenazah COVID-19, Kamis (29/7/2021).

Selain itu, petugas juga diimbau untuk memakai pelindung mata. Adapun, kata dr. Leli, pelindung mata tersebut bisa dengan kacamata goggle atau face shield. Selanjutnya, petugas menggunakan sarung tangan dan pelindung kaki seperti boot.

"Sarung tangan ini tentu kita memilih yang tidak usah steril saja, yang non steril, yang lebih murah sudah cukup, yang kalau untuk pemulasaraan jenazah disarankan memakai yang nonsteril sudah cukup dan kalau untuk membersihkan ruangan bisa pakai sarung tangan rumah tangga," terangnya.

Tak hanya itu, dr. Leli juga menjelaskan pentingnya urutan pemakaian dan melepas APD bagi para petugas pemulasara jenazah COVID-19.

"Jadi, yang dipakai pertama adalah gaun, kemudian kita memakai masker, baru kita memakai kacamata goggle, baru yang terakhir adalah kita memakai sarung. Jangan lupa, kita harus cuci tangan sebelum memakai APD," ujarnya.

Sementara untuk urutan melepas APD, kata dr Leli, pertama adalah melepaskan sarung tangan dan melepaskan gaun dengan posisi terbalik. Artinya, kata dia, bagian yang kotor tersimpan di dalam. Selanjutnya, petugas mencuci tangan dan melepas perlengkapan kacamata goggle dan masker.

"Setelah selesai melakukan pemulasaraan jenazah, maka petugas harus melepas semua APD dan memasukan ke kantong infeksius untuk dimusnahkan, atau kalau ada yang dipakai kembali, di kantong khusus untuk diproses. Jadi, tidak boleh memakai APD yang dipakai saat pemulasaraan jenazah jalan-jalan keluar karena kita akan membahayakan orang lain," kata dia.

dr. Leli memaparkan langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam proses tersebut. Beberapa hal itu meliputi, desinfeksi pada jenazah, petugas pemulasara membatasi mengangkat atau memanipulasi jenazah COVID-19, dan menutup semua lubang tubuh jenazah dengan kapas yang sudah dibasahi klorin 0,5%.

Selanjutnya, petugas perlu menutup luka jenazah pasien COVID-19 dengan plester kedap air dan jenazah dimasukkan dalam dua lapis plastik dua lapis plastik yang diikat erat.

"Di antara proses membungkus dengan plastik itu dilakukan desinfeksi. Kemudian jenazah masukkan ke peti jenazah, didesinfeksi lagi, dibersihkan lagi permukaan luar peti jenazah, kemudian kita membersihkan ruangan tempat pemulasaraan jenazah," kata dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan mengenai penularan infeksi dari jenazah COVID-19. Penularan tersebut bisa melalui kontak dengan permukaan benda yang terdapat virus dalam jumlah cukup banyak lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata.

Penularan juga terjadi ketika memindahkan jenazah sehingga timbul embusan udara yang cukup banyak dari jenazah dan tindakan lain saat melakukan autopsi. Adapun tindakan autopsi atau tindakan lain yang memicu pembentukan aerosol memiliki risiko tinggi paparan COVID-19

"Penularan juga bisa terjadi saat petugas itu memanipulasi atau memindahkan jenazah sehingga terjadi embusan udara yang cukup banyak dari jenazah tersebut. Karena jenazah itu, virus yang ada dalam saluran napasnya, masih hidup sehingga kalau kita pindahkan, apalagi kalau kita menekan dadanya, maka akan mungkin muncul embusan udara dari saluran napas jenazah. Dan itu sangat mungkin mengandung virus sehingga bisa menularkan ke petugas," papar dr. Leli.



Simak Video "Kategori Jenazah Pasien COVID-19 Berdasarkan Pedoman Baru Kemenkes"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)