Kamis, 29 Jul 2021 19:45 WIB

WHO Juga Tak Rekomendasikan Dosis Ketiga Vaksin COVID-19, Ini Alasannya

Firdaus Anwar - detikHealth
Pelaku wisata dan pedagang kawasan Pantai Kabupaten Bantul menerima vaksin di Joglo Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Rabu (30/6/2021). Vaksinasi COVID-19 bagi pelaku wisata pantai Bantul dilakukan di empat titik yakni di Pendopo Joglo Parangtritis, TIC (Tourism Information Center) Kretek, Balai Desa Srigading dan Balai Desa Poncosari total ada 2.617 sasaran yang terdaftar penerima vaksin. Ilustrasi vaksinasi COVID-19. (Foto: Pius Erlangga)
Jakarta -

Beberapa studi menyebut tingkat antibodi dari vaksinasi COVID-19 bisa mulai berkurang setelah enam bulan, sehingga mungkin perlu dosis ketiga sebagai booster. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai saat ini masih belum merekomendasikan negara-negara melakukan program dosis ketiga tersebut.

Direktur program imunisasi WHO, Dr Kate O'Brien, mengakui topik dosis ketiga vaksin COVID-19 memang sedang ramai diperbincangkan. Hanya saja menurutnya masih belum cukup bukti data untuk kemudian mengeluarkan rekomendasi program, terlebih mengingat suplai vaksin yang terbatas dan tak merata di dunia.

"Jadi kami masih belum merekomendasikan booster karena informasinya masih belum cukup," kata Kate dalam wawancara dan dikutip dari kanal Youtube resmi WHO pada Kamis (29/7/2021).

"Kami juga tahu sudah ada negara yang mulai merekomendasikan booster. Kami sangat meminta semua negara mengikuti bukti dan hanya menjalankan regimen booster berdasarkan bukti," lanjutnya.

Bila ada negara yang memiliki suplai vaksin COVID-19 berlebih sampai bisa melakukan program booster, WHO mendorong agar negara tersebut mendonasikan sebagian suplainya untuk negara lain. Masih ada negara yang bahkan belum bisa memberikan vaksin untuk seluruh tenaga kesehatannya.



Simak Video "Jelang PTM, Ribuan Santri di Makassar Jalani Vaksinasi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)