Sabtu, 31 Jul 2021 06:26 WIB

Kasus Kematian Ibu Hamil di Boyolali Melonjak 2 Kali Lipat Imbas Corona

Ragil Ajiyanto - detikHealth
Silhouette of pregnant woman Foto: iStock
Boyolali -

Kasus kematian ibu hamil disebabkan Corona atau COVID-19 bertambah. Dalam 7 bulan di tahun 2021 ini, jumlah kasusnya sudah dua kali lipat dibandingkan kasus yang sama di tahun 2020.

"Tahun 2020 itu ada COVID-19, kita (di Boyolali) 15 angka kematian (ibu), sebagian karena non COVID juga. Terus di tahun 2021 itu sudah naik dua kali lipat," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, kepada detikcom Jumat (30/7/2021).

Yang disebut kematian ibu, jelas dia, yakni kematian dimasa kehamilan, pada masa persalinan atau melahirkan dan masa nifas.

"Semuanya itu disebut kematian ibu," jelas Lina, sapaan akrabnya.

Jumlah kematian ibu di Boyolali di masa pandemi tahun 2021 ini, disebutnya sangat tinggi. Data per tanggal 26 Juli 2021, terjadi 30 kasus kematian ibu di Boyolali, 20 di antaranya karena terpapar virus Corona atau COVID-19.

"Saat ini sampai update per tanggal 26 Juli 2021 itu kita sudah ada 30 kematian ibu, yang mana penyebabnya yang 10 itu non COVID, yang 20 karena COVID. Tinggi sekali itu," kata Lina.

Kasus kematian ibu dalam 7 bulan di tahun 2021 ini pun melonjak dua kali lipat dibandingkan sepanjang tahun 2020. Di tahun 2020 lalu, ada sekitar 15 kasus kematian ibu, sebagian karena non COVID.

Menurut Lina, ibu hamil memang termasuk kelompok yang berisiko terhadap masalah kesehatan. Bukan hanya karena COVID saja, tetapi untuk penyakit yang lain pun mereka juga termasuk kelompok berisiko.

"Maka oleh Pemerintah mereka diawasi khusus. Memang ada program khusus untuk pemantauan ibu hamil, dan juga anak balita. Kita tetap menerapkan standar-standar untuk pemeriksaan ibu hamil. Standar pemeriksaan ibu hamil itu, dalam masa kehamilannya dia harus periksa minimal 6 kali. Setelah masa nifas dia harus periksa 4 kali," ujarnya.

Hanya saja, di masa pandemi ini ada kendala dalam penegakkan standart untuk pemeriksaan ibu hamil. Karena tidak bisa bertatap muka, sehingga banyak yang dilakukan secara online atau melalui SMS, WA saja.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat Boyolali yang saat ini sedang hamil di masa pandemi COVID ini, untuk tetap menjaga kesehatannya. Yaitu dengan menjaga pola makan, aktifitas, dan porsi tidurnya supaya tetap bertahan dalam kondisi yang bugar.

"Harus tetap melaksanakan pemeriksaan kesehatan kepada tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan yang terdekat dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Vitamin untuk ibu hamil harus tetap diminum terutama vitamin yang mengandung zat besi dan vitamin C, karena itu akan menunjang daya tahan tubuh serta meningkatkan stamina dari ibu hamil," imbaunya.



Simak Video "Hanya Mengingatkan! Hati-hati dengan Varian Mu"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)