Minggu, 01 Agu 2021 21:47 WIB

Filtrasi Hingga 80%, Penggunaan Masker Ganda Sangat Dianjurkan

Khoirul Anam - detikHealth
dr Reisa Broto Asrmoro Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro menyerukan gerakan wajib menggunakan masker. Ia menyebut, gerakan ini terbukti dapat memperlambat penyebaran COVID-19.

"Di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, seruan tersebut dikenal dengan 'Universal Masking'. Maknanya, semua orang wajib memakai masker," ujar dr. Reisa, yang juga Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Pemerintah Republik Indonesia dalam keterangan tertulis, Minggu (1/8/2021).

Ia juga memaparkan tentang penelitian Dokter Derek Chu dan koleganya yang diterbitkan pada 1 Juni 2020. Penelitian tersebut menyatakan bahwa memakai masker akan menurunkan risiko tertular melalui percikan air atau droplet dari orang lain yang masuk ke mulut atau hidung kita.

Sementara itu, pemakaian masker kain akan menurunkan risiko tersebut hingga 45%, sedangkan dengan masker bedah bisa turun ke tingkat 70%, sehingga terbukti efektif.

"Gunanya? Filtrasi atau daya saring masker akan semakin tinggi. Penelitian Dr. Emily Sickbert Bennet dkk., membuktikan filtrasi masker dobel naik di atas 80%," ujar dr. Reisa.

Ia menambahkan bahwa penelitian penggunaan masker kain dan masker medis secara bersamaan juga telah mendapatkan konfirmasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Menurutnya, lembaga yang berpusat di Atlanta tersebut melakukan eksperimen untuk mencari cara meningkatkan efektivitas pemakaian masker medis, termasuk memasang masker kain di atas masker medis.

Adapun eksperimen menyoroti pentingnya memaksimalkan fungsi masker menutupi bagian hidung dan mulut. Sementara itu hasilnya menunjukkan bahwa mengenakan masker yang pas dan benar di wajah dapat membantu membatasi penyebaran virus penyebab COVID-19.

Penelitian CDC menemukan bahwa mengenakan masker kain di atas masker medis alias penggunaan masker ganda dapat meningkatkan kesesuaian masker medis di wajah. Masker medis secara substansial mengurangi tetesan droplet.

Sedangkan untuk pemakaian masker kain yang lebih erat dan pas di wajah, tanpa ada ruang yang terbuka, akan dapat menahan paparan partikel aerosol yang mungkin ada pada saat pemakainya berada di dalam ruang tertutup bersama dengan orang lain.

Penelitian CDC tersebut juga menunjukkan bahwa masker medis memang ditemukan lebih longgar daripada masker respirator seperti N95. Namun, kata dr. Reisa, efektivitas masker kain dan prosedur medis dapat ditingkatkan

Ia menjelaskan, caranya adalah dengan memastikan bahwa masker tersebut dipasang dengan baik, sesuai kontur atau bentuk wajah pemakai untuk mencegah kebocoran udara di sekitar tepi masker. Selain itu, disarankan untuk mengikat tali masker medis dengan bentuk simpul dan meratakan masker medis mengikuti bentuk wajah.

"Penelitian tersebut menyatakan, bahwa paparan penerima berkurang secara maksimal, lebih dari 95 persen ketika sumber dan penerima dilengkapi dengan masker ganda," ungkapnya mengutip penelitian tersebut.

CDC juga menyatakan bahwa sebelum kekebalan populasi dapat tercapai berkat program vaksinasi, Universal Masking adalah cara yang sangat efektif untuk memperlambat penyebaran SARS-CoV-2.

Hanya saja, kata dia, perbedaannya adalah kekebalan kelompok dapat dicapai dengan cakupan vaksinasi lebih dari 70 persen populasi, sedangkan Universal Masking harus dilakukan semua orang dalam populasi tersebut.

Oleh karena itu, apabila merujuk temuan Satgas Penanganan COVID-19 yang menyatakan kepatuhan memakai masker nasional baru di tingkat 91%, dr. Reisa mengatakan bahwa peluang virus menjangkiti orang lain masih terus terbuka.

"Menurut Profesor Wiku Adisasmito, masih ada sekitar 27,03% desa atau kelurahan di Indonesia memiliki kepatuhan rendah dalam menggunakan masker," tambah dr. Reisa.

"Bagi yang belum disiplin memakai masker, mari kita menghormati hak orang lain untuk tetap sehat dan menjadi warga yang bertanggung jawab," ajaknya.

Diketahui, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib mengenakan masker, pemerintah juga telah melakukan tindakan nyata membagikan bantuan masker, berikut vitamin, obat, dan hand sanitizer kepada masyarakat.

"Pembagian dilakukan melalui posko di desa dan kelurahan. Puluhan juta masker dibagikan di ribuan posko desa di Jawa-Bali. Diharapkan, masyarakat yang kesulitan mendapatkan masker akan dapat terbantu oleh pembagian masker ini. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak memakai masker, dan mari kita kenakan masker ganda untuk perlindungan lebih optimal," kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate.

Ia menegaskan, penggunaan masker ganda yang dikombinasikan dengan tindakan perlindungan lainnya akan menurunkan jumlah kasus harian.



Simak Video "Hati-hati dengan Badai Sitokin "
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)