Senin, 02 Agu 2021 03:10 WIB

Pemerintah Siapkan Fasilitas Pengolahan Limbah B3 Medis

Khoirul Anam - detikHealth
Used medical masks against coronavirus in trash can. Corona virus or covid-19 finish concept. Foto: Getty Images/iStockphoto/Julia_Sudnitskaya
Jakarta -

Limbah medis menjadi persoalan baru bagi lingkungan dalam masa pandemi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat jumlah limbah medis meningkat 30 persen sejak pandemi COVID-19. Sementara itu, laman covid19.go.id menyebutkan, per 27 Juli 2021, jumlah limbah medis COVID-19 tercatat mencapai 18.460 ton.

Adapun dalam menghadapi permasalahan tersebut, pemerintah telah menyiapkan fasilitas pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis COVID-19.

"Bentuk limbah B3 medis meliputi infus bekas, masker, vial vaksin, jarum suntik, face shield, perban, hazmat, alat perlindungan diri (APD), pakaian medis, sarung tangan, alat PCR/antigen, dan alkohol swab," terang laman covid19.go.id, dikutip pada Minggu (1/8/2021).

Sementara itu, limbah medis umumnya bersumber pada pelayanan kesehatan (fasyankes), rumah sakit darurat, pusat karantina/isolasi, rumah tangga (isolasi mandiri), serta tempat uji deteksi dan vaksinasi COVID-19.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, memerintahkan Kementerian Dalam Negeri untuk membuat instruksi pengelolaan limbah B3 medis. Sehingga, kata dia, pemerintah daerah dapat menangani permasalahan limbah B3 medis dengan cepat.

Luhut menilai peningkatan limbah itu sangat berbahaya jika tak ditangani dengan cepat. Dia meminta semua pihak bersinergi dan tidak menunda-nunda waktu pengerjaan.

"Peningkatan limbah B3 medis mencapai perkiraan 18 juta ton bulan ini, sangat membahayakan buat kita semua. Kita butuh kerja cepat dan bantuan dari semua pihak, tidak ada waktu main-main, kita langsung eksekusi saja," ucapnya beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, perlu pemanfaatan alat pengolahan, seperti Insinerator, RDF, dan Autoclave.

"Saya juga imbau Kementerian Kesehatan dapat memberikan instruksi ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan supaya memilah sampahnya dari awal, agar lebih mudah ditangani nantinya," lanjutnya.



Simak Video "Limbah Medis Berserakan, Pengelola RS di Purwakarta Diperiksa Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)