Senin, 02 Agu 2021 07:32 WIB

Alert WHO soal Varian Delta: Virus Makin Bugar, Picu Lebih Banyak Varian Baru

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Bangkok, Thailand - Mar 2020 : Crowd of unrecognizable business people wearing surgical mask for prevent coronavirus Outbreak in rush hour working day on March 18, 2020 at Bangkok transportation Foto: Getty Images/Tzido
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mewanti-wanti bahaya COVID-19 varian Delta yang penularannya disebut semudah cacar air menurut Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Semakin meluas, varian Delta sudah terkonfirmasi di 132 negara.

"COVID-19 varian Delta merupakan peringatan kepada dunia untuk menekan virus dengan cepat sebelum bermutasi lagi menjadi lebih buruk," kata WHO, Jumat, dikutip dari The Hindu.

"Delta adalah peringatan: ini adalah peringatan bahwa virus berkembang tetapi juga panggilan untuk bertindak bahwa kita perlu bergerak sekarang sebelum varian yang lebih berbahaya muncul," sebut direktur darurat WHO Michael Ryan dalam konferensi pers.

Sementara Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan, ada empat jenis varian baru Corona yang berbahaya. Selain varian Delta, ada varian Alpha, varian Beta, dan varian Gamma.

Ia khawatir varian tersebut akan terus mendominasi di lebih dari 100 negara hingga akhirnya memicu mutasi baru COVID-19 yang perlu diwaspadai.

"Sejauh ini ada empat variant of concern, tetapi akan ada lebih banyak lagi selama virus terus menyebar," jelas Tedros.

Tedros juga mengungkap rata-rata infeksi COVID-19 meningkat hingga 80 persen di sejumlah wilayah selama empat minggu terakhir. Meski begitu, Ryan menegaskan langkah pencegahan COVID-19 varian Delta tetap sama, dengan disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Mereka (protokol kesehatan) bisa menghentikan transmisi strain Delta, terutama ketika kamu juga sudah divaksinasi," kata Ryan.

"Virusnya semakin bugar, virusnya semakin cepat. Protokol kesehatan dan vaksinasi masih efektif, tetapi kami perlu menerapkan dan menjalankan strategi yang jauh lebih masif dan efisien dan daripada yang pernah kami lakukan sebelumnya."

Desakan vaksinasi

WHO mendesak seluruh negara sudah memvaksinasi 10 persen dari warganya akhir September, 40 persen di akhir tahun, dan 70 persen pada pertengahan 2022. Tedros menyebut hanya tiga negara yang sudah memvaksinasi 70 persen warganya, sementara 194 negara lainnya sudah memvaksinasi lebih dari 10 persen.

"Kami masih jauh dari mencapai target itu," keluh Tedros.

COVID-19 sudah menewaskan sekitar 4,2 juta orang di dunia. WHO menegaskan tidak ada 'solusi ajaib' untuk memberantas pandemi COVID-19 dalam waktu singkat.

Sementara kasus Corona diprediksi Tedros akan terus melambung tinggi dalam dua pekan ke depan. Lebih dari 200 juta kasus akumulatif COVID-19, saat kasus yang sebenarnya jauh dari catatan resmi yang dilaporkan.

"Tidak ada solusi ajaib," kata Ryan.

"Satu-satunya yang kita miliki (selain protokol kesehatan) adalah vaksinasi. Masalahnya adalah kita tidak membagikan vaksin Corona secara merata di seluruh dunia, masing-masing negara hanya berjuang untuk dirinya sendiri," pungkasnya.



Simak Video "Beda Virus Corona Varian Mu dan Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)