Senin, 02 Agu 2021 11:03 WIB

Yang Main Greysia/Apriyani, Kok yang Jantungan Malah Penontonnya?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pebulutangkis ganda putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu merayakan kemenangan atas ganda putri Korea Selatan Lee Sohee/Shin Seungchan dalam semifinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu (31/7/2021). Greysia/Apriyani menang 21-19, 21-17 dan melaju ke final. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Jakarta -

Deg-degan serasa 'jantungan' saat menonton Olimpiade Tokyo 2020? Wajar, apalagi siang ini ada final ganda putri yang mempertandingkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Baik penonton maupun atlet yang bertanding, sebenarnya sama-sama deg-degan. Atlet deg-degan karena mengalami peningkatan heart rate akibat pergerakan fisik yang super intens, sedangkan penonton deg-degan karena.... nggak ngapa-ngapain.

Dokter spesialis olahraga dr Michael Triangto, SpOK menjelaskan, deg-degan yang dialami penonton umumnya terjadi karena luapan emosi. Saat idola atau jagoannya bertandung, emosi larut sehingga turut merasakan ketegangan yang terjadi di lapangan.

"Dalam keadaan normal, wajar terjadi karena emosi kita masuk sehingga sistem persarafan simpatis kita menjadi meningkat. Hormon adrenalin kita meningkat, naiklah tekanan darah," terangnya pada detikcom, Minggu (1/8/2021).

Pada kondisi normal, hal ini tidak membahayakan. Tetapi bagi seseorang yang kondisi sistem kardiovaskularnya lemah, berdebar-debar hingga batas tertentu tetap tidak bisa diremehkan karena bisa memicu masalah jantung.

Penontonnya bisa kena masalah jantung, kenapa atlet yang beneran jungkir balik di lapangan malah sehat-sehat saja? Tentu saja, menurut dr Michael, kondisi fisik para atlet berbeda dengan kebanyakan penonton yang menyaksikan di rumah maupun di tribun penonton.

"Mereka (atlet) terlatih. Ini yang membedakan atlet sudah main berkali-kali, mungkin penonton pernah ada yang meninggal tapi atletnya nggak meninggal-meninggal karena mereka sudah terlatih baik fisiknya, organ-organnya, termasuk jantungnya, paru-parunya maupun emosinya, dia bisa menahan emosi," jelas dr Michael.

Karenanya, meski sama-sama bikin deg-degan, olahraga yang sebenarnya tentu memberikan manfaat yang berbeda dibanding deg-degan hanya karena menonton. Jika ingin dapat manfaat secara fisik, ya jangan cuma nonton. Jadikan tontonan tersebut sebagai motivasi untuk jadi rajin olahraga, biar bugar seperti para atlet.

"Kalau kita sejak awal tidak sehat, misal memiliki masalah jantung, masalah tekanan darah tinggi, atau emosional berlebihan, nggak usah nonton pertandingan, baca medsos berita pembunuhan saja ketakutannya bisa 3 hari. Hal itu bilamana terjadi pada orang yang sehat fisik dan emosional, tidak akan berkelanjutan. Sesuatu yang berkelanjutan ada hal tidak wajar perlu diperiksakan ke dokter," kata dr Michael.

Simak video 'Head to Head Greysia/Apriyani Vs Chen/Jia':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/up)