Selasa, 03 Agu 2021 11:36 WIB

Ada Kelainan Paru di Hasil Autopsi Pemuda Jaktim yang Meninggal Usai Vaksin

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Pemuda Jakarta Timur, Trio Fauqi Virdaus, meninggal dunia pada 6 Mei 2021, sehari setelah divaksinasi AstraZeneca. Dirinya sempat mengeluhkan gejala pegal hingga kejang sebelum dinyatakan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Demi memastikan penyebab meninggalnya yang bersangkutan, jenazah Trio, yang sudah dikebumikan selama 2 minggu, akhirnya diautopsi pada Senin (24/5/2021). Ketua Tim Autopsi Klinis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Dr dr Ade Firmansyah Sugiharto SpFM(K) menyebut analisis autopsi memakan waktu berbulan-bulan karena jenazah sudah membusuk.

"Autopsi klinis pada jenazah ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena sudah dikebumikan sekitar 2 minggu. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh secara makroskopik dan mikroskopik serta laboratorium dengan melibatkan ahli kedokteran forensik dan medikolegal, patologi anatomik, patologi klinik, mikrobiologi, dan ilmu penyakit dalam," jelasnya dalam rilis Kemenkes RI, dikutip Selasa (3/8/2021).

Hasil autopsi menunjukkan Trio mengalami kelainan pada paru. Namun tidak bisa dipastikan apakah kelainan paru merupakan penyebab utama meninggalnya Trio seusai vaksinasi AstraZeneca.

"Dari hasil autopsi klinis ditemukan kelainan di paru, namun tidak adekuat untuk ditetapkan sebagai penyebab kematian," paparnya.

Maka dari itu, kesimpulan yang didapat dari hasil autopsi tidak bisa menegaskan kaitan di antara vaksin COVID-19 dan meninggalnya pemuda Jaktim. Hal tersebut disampaikan Ketua Komnas KIPI.

"Autopsi klinis dilakukan oleh tim dokter profesional dan independen. Kesimpulannya, tidak cukup bukti sampai dengan saat ini untuk mengaitkan KIPI yang terjadi dengan imunisasi yang diberikan. Hasil autopsi klinis juga tidak menunjukkan adanya pembekuan darah, atau blood clot, yang selama ini diduga dapat ditimbulkan karena vaksin AstraZeneca," jelas Prof Dr dr Hindra Irawan Satari, Ketua Komnas KIPI.

Apa kata Kemenkes RI?

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi mengajak masyarakat segera melapor jika ada keluhan seusai vaksinasi COVID-19. Tidak ada syarat apa pun yang diperlukan saat melaporkan keluhan vaksinasi COVID-19 ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Antisipasi terjadinya KIPI merupakan salah satu fokus perhatian pemerintah. Untuk itu, kita bekerja sama dengan Komnas KIPI di tingkat nasional dan Komda KIPI, yang tersebar di daerah, terus memantau dan memberikan edukasi kepada masyarakat apa yang harus dilakukan jika terjadi KIPI," sebut dr Nadia.

"Penerima vaksin yang merasakan adanya efek samping setelah vaksinasi dapat langsung datang ke fasilitas layanan kesehatan tempat dilakukannya vaksinasi. Untuk melapor, tidak diperlukan syarat apa pun," pungkasnya.

(naf/up)