Selasa, 03 Agu 2021 12:15 WIB

COVID-19 Bocor dari Lab Wuhan Sebelum 12 September 2019?

Ayunda Septiani - detikHealth
Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menyelidiki asal-usul COVID-19 di China. Mereka menyisir laboratorium, pasar, dan rumah sakit di Wuhan. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

Muncul kembali tuduhan laboratorium di China menjadi tempat asal mula virus COVID-19. Tudingan kali ini berasal dari laporan Partai Republik Amerika Serikat (AS).

Laporan dirilis pada Senin (3/8/2021) dan kesimpulannya belum dikonfirmasi lanjut Badan intelijen AS. Di dalamnya, berisi banyak bukti yang mengklaim para ilmuwan Institut Virologi Wuhan (WIV) melakukan modifikasi virus Corona untuk menginfeksi manusia serta manipulasi yang bisa disembunyikan.

Dikatakan, WIV bekerja dibantu oleh para ahli dari AS. Sementara itu dananya juga berasal dari AS.

Dikutip dari laman Reuters, Perwakilan Partai Republik, Mike McCaul merilis laporan oleh staf panel partainya. Dia juga mendesak untuk melakukan investigasi mengenai asal-usul Corona.

Wuhan diketahui menjadi tempat pertama kali terdeteksi virus Corona pada tahun 2019 lalu. Menyoal tudingan tersebut, China tegas menyangkal teori tersebut dan pihak Beijing membantah menutup-nutupi.

Sementara itu, teori lain yang berkembang dari para ahli adalah pandemi disebabkan oleh virus hewan. Virus ini kemungkinan ditularkan kepada manusia di pasar seafood dekat WIV.

Namun laporan partai Republik itu mengatakan sudah waktunya mengabaikan sumber pandemi dari pasar tersebut. Dituliskan jika banyak bukti yang mengarah virus bocor dari WIV.

"Kami juga percaya banyak bukti bahwa virus memang bocor dari WIV dan itu terjadi sebelum 12 September 2019," tulis laporan itu.

Laporan tersebut mengutip sebuah informasi yang dikatakan baru dan kurang dilaporkan mengenai protokol keselamatan di laboratorium.

Termasuk soal permintaan untuk perbaikan sistem pengolahan berbahaya pada Juli 2019. Laporan menyebutkan biaya sistem itu senilai 1,5 juta dollar untuk sebuah fasilitas yang belum berusia dua tahun.

Sementara itu pada April lalu, Badan intelijen AS menyebutkan setuju dengan konsensus ilmiah jika virus bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetik.

Satu bulan berselang, Presiden Joe Biden juga meminta badan-badan intelijen di AS untuk mempercepat pencarian mengenai asal usul virus. Dia meminta laporan sudah tersedia dalam waktu 90 hari.

Berdasarkan sebuah sumber, komunitas intelijen AS belum mencapai kesimpulan mengenai virus berasal dari hewan atau WIV.



Simak Video "AS dan China Saling Tunjuk soal Asal Usul Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)