Kamis, 05 Agu 2021 11:26 WIB

Round Up

Diungkap, Hasil Studi 'Dunia Nyata' Terbaru Vaksin Sinovac-AstraZeneca-Pfizer

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksin Sinovac untuk Anak Dapat Lampu Hijau, Ini Fakta-faktanya Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Chili kembali merilis studi terbaru soal efikasi vaksin Corona di dunia. Para peneliti ingin melihat seberapa besar efikasi vaksin Sinovac, Pfizer, dan AstraZeneca terhadap varian Delta, yang saat ini sangat mendominasi di dunia.

Studi ini meneliti vaksin di antara kelompok orang yang berbeda yang menerima dua dosis vaksin tertentu, sebagian yang menerima satu dosis vaksin, dan yang tidak menerima vaksin COVID-19. Bagian studi CoronaVac atau vaksin Sinovac meneliti 8,6 juta orang, bagian Pfizer BioNTech mempelajari 4,5 juta orang, dan bagian AstraZeneca mengamati 2,3 juta orang.

Dari riset yang dilakukan pada bulan Februari hingga Juli tersebut, berikut hasil efikasi vaksin mencegah gejala COVID-19:

  • Vaksin Sinovac sebesar 58,5 persen
  • Vaksin Pfizer sebesar 87,7 persen
  • Vaksin AstraZeneca sebesar 68,7 persen

Chili diketahui telah melakukan vaksinasi ke lebih 60 persen populasinya dengan vaksin Sinovac, CoronaVac. Selain mencegah kasus COVID-19 bergejala, pejabat kesehatan Dr Rafael Araos mengungkapkan vaksin Sinovac di dunia nyata bisa mencegah kasus Coroa rawat inap sebesar 89,7 dan mencegah kematian hingga 86 persen.

Sementara pada April lalu, kemampuan vaksin Sinovac dalam mencegah gejala COVID-19 lebih tinggi yaitu 67 persen, 85 persen efektif mencegah kasus rawat inap, dan 80 persen mencegah kematian akibat virus Corona.

Menurut Araos, perlindungan vaksin yang menurun dari waktu ke waktu adalah hal yang tidak bisa dihindari. Terlebih saat munculnya varian Delta yang mampu menyebar lebih cepat dan menyebabkan angka penularan lebih tinggi dari varian asalnya.

"Jika Delta menjadi lebih umum dan vaksin memiliki respons yang lebih lemah, kita dapat mengamati penurunan yang lebih cepat (dalam efektivitas)," katanya, menambahkan suaranya untuk menyerukan dosis booster ketiga yang akan dikeluarkan.

Selain vaksin Sinovac, pemerintah setempat juga mempublikasi data dari studi soal efikasi vaksin Pfizer BioNTech (PFE.N), (22UAy.DE) dan vaksin AstraZeneca (AZN.L).

Efikasi mencegah kasus COVID-19 rawat inap:

  • Vaksin Sinovac: 89,7 persen
  • Vaksin Pfizer: 98 persen
  • Vaksin AstraZeneca: 98 persen

Efikasi mencegah kasus COVID-19 kematian:

  • Vaksin Sinovac: 86 persen
  • Vaksin Pfizer: 100 persen
  • Vaksin AstraZeneca: 100 persen


Simak Video "Epidemiolog Jelaskan soal Heboh Turunnya Efikasi Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)