Kamis, 05 Agu 2021 13:27 WIB

Telat Dapat Dosis Kedua, Ngaruh ke Efektivitas Vaksin COVID-19?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vaksin Sinovac untuk Anak Dapat Lampu Hijau, Ini Fakta-faktanya Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Vaksin COVID-19 diberikan dengan dua dosis agar tubuh bisa membentuk antibodi maksimal melawan Corona. Jangka waktu pemberian vaksin dosis pertama dan kedua berbeda, tergantung jenis vaksin COVID-19 yang digunakan.

Jadwal pemberian dosis kedua vaksin COVID-19 biasanya sudah ditentukan. Namun apa efeknya jika terlambat dapat dosis kedua vaksin COVID-19?

Kementerian Kesehatan mengakui adanya kemungkinan terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan vaksinasi, termasuk dosis kedua yang saat ini terjadi di beberapa daerah karena ketersediaan vaksin COVID-19.

Dengan kondisi keterbatasan stok, apa efek terlambat vaksinasi kedua?

"Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus COVID-19," kata juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi.

Bagi masyarakat yang akan melakukan vaksinasi, penting untuk mengetahui interval pemberian dosis vaksin COVID-19. Untuk vaksin Sinovac, jarak penyuntikan dosis 1 ke dosis kedua adalah 28 hari, sementara vaksin AstraZeneca 2 sampai 3 bulan.

Untuk penyintas yang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 sebelum dinyatakan positif, maka bisa melanjutkan vaksinasi dosis kedua setelah sembuh 3 bulan. Tidak perlu mengulang.



Simak Video "Epidemiolog Jelaskan soal Heboh Turunnya Efikasi Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)