Kamis, 05 Agu 2021 16:24 WIB

Kapan Non-nakes Bisa Dapat Booster Vaksin COVID-19? Sabar, Ada 2 Syaratnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ribuan tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi COVID-19 di Surabaya. Ada 4 ribu lebih nakes yang disuntik vaksin COVID-19. Ilustrasi vaksinasi COVID-19. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta -

Hingga kini, vaksin COVID-19 dosis ke-3 atau suntikan booster di Indonesia hanya diperuntukan tenaga kesehatan. Sebagaimana yang dipaparkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, vaksin Moderna diprioritaskan sebagai booster untuk nakes lantaran menjadi kelompok paling rentan di tengah pandemi COVID-19.

Hal serupa dipaparkan oleh dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog dr Dirga Rambe, MSc, SpPD. Menurutnya, vaksin dosis 3 atau booster untuk masyarakat umum non-nakes hingga saat ini memang tidak terbukti diperlukan. Terlebih, Indonesia kini masih dalam upaya perluasan vaksinasi COVID-19, mengingat masih banyak orang yang belum menerima 1 dosis sekali pun.

"Sampai sekarang vaksinasi cukup 2 kali. Yang ketiga hanya untuk tenaga kesehatan. Secara keilmuan itu mungkin saja suatu saat kita akan memberikan vaksin tambahan bila diperlukan. Tapi saat ini fokus kita adalah memperluas cakupan vaksinasi," terangnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/8/2021).

Kapan masyarakat Indonesia bisa disuntik dosis 3 vaksin COVID-19?

dr Dirga menegaskan, hingga kini belum ada bukti ilmiah bahwa suntikan booster bisa meningkatkan proteksi masyarakat. Namun memang, bukan tak mungkin masyarakat kelak menerima suntikan dosis 3 vaksin COVID-19. Namun syaratnya, pertama, vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah mencapai lebih dari 50 persen dari sasaran vaksinasi.

"Kita akan bicara soal vaksinasi ketiga dan seterusnya kalau 1 (pertama), cakupan vaksinasi kita paling tidak sudah di atas 50 persen," bebernya.

"Yang kedua, ada bukti secara scientific, secara ilmiah bahwa betul setelah sekian bulan memang kita ternyata sudah tidak punya proteksi lagi. Sampai saat ini 2 kondisi tersebut belum terjadi di Indonesia sehingga 2 kali vaksinasi cukup," pungkas dr Dirga.



Simak Video "Alasan WHO Minta Penyuntikan Vaksin Booster Covid-19 Ditunda Dulu"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)