Jumat, 06 Agu 2021 07:06 WIB

Blak-blakan Agus Eko Nirno

Kisah Agus Eko Nirno, Penyintas Corona yang Sudah 10 Kali Donor Plasma

Deden Gunawan - detikHealth
Jakarta -

Agus Eko Nirno memang cuma sekolah sampai SMK, tapi jiwa sosial dan kedermawanannya sungguh mengagumkan. Bukan dengan materi, tapi dengan cairan kehidupan di dalam tubuhnya. Plasma darah! Dua pekan setelah dinyatakan sehat dari Covid-19 pada Agustus 2020, dia menjadi pendonor sukarela plasma konvalesen hingga 10 kali.

"Kita ini semuanya kan titipan dari Allah SWT, jadi tidak ada salahnya juga untuk membantu sesama," kata ayah tiga anak asal Surabaya itu kepada Tim Blak-blakan detikcom, Rabu (4/8/2021).

Alkisah, pada awal Agustus 2020 Agus Eko Nirno didiagnosis sakit tipus. Tapi begitu sembuh dan akan mulai kerja dia diminta melakukan dua kali tes antigen. Hasilnya, dia dinyatakan terpapar meski secara fisik tidak merasakan gejala apa-apa. Akhirnya Agus menjalani isolasi di Asrama Haji selama 14 hari.

Awal September, saat akan donor darah ke PMI Surabaya, dokter Fitri yang tahu dia penyintas Covid-19 menawarkan untuk menjadi donor plasma konvalesens.

"Ya saya mau saja apalagi dinyatakan memenuhi syarat, Alhamdulillah cocok dan bisa diambil. Cuma proses pengambilannya lebih lama dari donor biasa," jelas Agus Eko Nirno yang sebelumnya telah 50 kali menjadi donor darah.

Setelah plasmanya diambil, dia mengaku tak mengalami gangguan apapun. Suami dari Wiwin Endriyani itu juga mengaku tak mengkonsumsi makanan khusus agar bisa mendonorkan plasma rutin setiap dua pekan sekali.

"Saya makan biasa saja, banyak minum air putih, istirahat cukup, dan rutin olahraga," kata Agus yang sehari-hari menjadi operator forklift di perusahaan logistik PT Cipta Krida Bahari.

Pada akhir Januari, ketika dia akan mendonorkan plasma yang ke-11, ternyata titer antibodi di dalam tubuhnya sudah tidak mencukupi untuk kembali diambil. Toh begitu, Agus Eko Nirno tak berkecil hati. Dia bertekad untuk melanjutkannya menjadi donor darah biasa.

"Bagi saudara-saudara penyintas Covid, ayo menjadi pendonor plasma untuk membantu sesama yang masih banyak membutuhkan pertolongan. Percayalah, untuk yang takut jarum suntik, itu enggak apa-apa kok, sakit disuntik itu tidak lama kok," Agus mengimbau.

Menurut Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat, dr Linda Lukitasari, secara alamiah, titer antibodi penyintas Covid akan menurun dalam tempo 3-4 bulan. Karena itu untuk menjadi donor plasma rata-rata hanya bisa sampai sepuluh kali.

"Apa yang dilakukan mas Agus itu sungguh mulia, dia adalah pahlawan kemanusiaan karena plasma yang disumbangkannya akan sangat membantu memulihkan pasien covid yang membutuhkan," ujarnya.

Pasien covid dalam kondisi apa yang bisa sembuh lewat plasma konvalesen? Kapan sebaiknya transfusi plasma konvalesen diberikan? Simak selengkapnya dalam program Blak-blakan.

(ddg/up)