Jumat, 06 Agu 2021 19:11 WIB

Ilmuwan Australia Teliti Habbatussauda untuk Obat COVID Masa Depan

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Habbatussauda atau jintan hitam yang sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati peradangan dan infeksi berpotensi menjadi obat untuk COVID-19.

Penelitian terbaru dari Australia yang dilakukan oleh University of Technology Sydney (UTS) yang dipublikasi di jurnal Clinical and Experimental Pharmacology and Physiology menyebutkan bahwa kandungan dalam habbatussauda punya potensi menghentikan virus Corona.

"Ada semakin banyak bukti dari studi pemodelan bahwa thymoquinone, bahan aktif Nigella Sativa, lebih dikenal sebagai Bunga Adas dapat menempel pada protein lonjakan virus COVID-19 dan menghentikan virus menyebabkan infeksi paru-paru," ujar Profesor Kaneez Fatima Shad, dikutip laman resmi UTS.

Studi ini juga menyebutkan bahwa habbatussauda mungkin bisa menghentikan badai sitokin yang kerap menjadi penyebab penyakit parah pada pasien terinfeksi COVID-19.

"Ini juga dapat memblokir badai 'sitokin' yang mempengaruhi pasien sakit parah yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19," ujar Shad.

Studi terdahulu juga menunjukkan bahwa thymoquinone dapat memoderasi sistem kekebalan dengan cara yang baik, dengan mencegah pelepasan bahan kimia pro-inflamasi seperti interleukin sehingga potensial sebagai pengobatan untuk kondisi alergi seperti asma, eksim (alergi pada kulit), dan kondisi arthritis (peradangan sendi).

Selama bertahun-tahun jintan hitam atau yang dikenal dengan nama ilmiah Nigella Sativa memiliki banyak manfaat untuk pengobatan. Nigella Sativa telah terbukti membantu dalam mengobati tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes mellitus.

Tak hanya itu, jintan hitam juga digunakan untuk membantu pasien dengan rinitis alergi dan sinusitis, eksim, osteoartritis dan epilepsi pada anak-anak.
Jintan hitam juga terbukti efektif dalam membunuh bakteri seperti staphylococcus aureus yang dapat menyebabkan berbagai infeksi ringan hingga berat jika masuk ke kulit, dan membunuh virus termasuk influenza.

Lihat juga video 'Masihkah Relevan Angka 70% Populasi Divaksinasi untuk Capai Herd Immunity?':

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)