Sabtu, 14 Agu 2021 05:39 WIB

Round Up

Kemenkes RI Ungkap Riset Soal Vaksin Sinovac, Efektif Lawan Mutasi Corona?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pemerintah bersama pihak swasta terus menggenjot program vaksinasi COVID guna tercapai herd immunity. Seperti ini salah satunya. Foto: dok. Generali
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mengumumkan hasil riset terbaru soal efektivitas vaksin CoronaVac buatan Sinovac, khususnya pada tenaga kesehatan. Riset ini melibatkan 71.455 tenaga kesehatan di DKI selama Januari-Juni 2021.

Lonjakan kasus COVID-19 yang diyakini terjadi akibat varian Delta (B1617.2) belakangan ini, tercakup pula dalam periode riset tersebut. Pada fase itu, vaksin COVID-19 diyakini tidak cukup efektif mencegah infeksi.

"Sebanyak 5 persen dari tenaga kesehatan yang divaksinasi lengkap dilaporkan terkonfirmasi COVID-19 pada periode April-Juni 2021," kata juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam siaran pers, Jumat (13/8/2021).

"Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi COVID-19 pada periode Januari-Maret 2021 yang jumlahnya hanya 0,98 persen," lanjutnya.

Meski demikian, vaksin COVID-19 dinilai masih cukup efektif mencegah perawatan dan kematian akibat COVID-19. Tercatat dari nakes yang butuh perawatan, hanya 0,17 persen nakes yang sudah divakasinasi lengkap, dan 0,35 persen belum vaksinasi.

"Hal ini menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 yang saat ini digunakan efektif terhadap mutasi virus COVID-19," jelas dr Nadia.

Temuan selengkapnya tentang efektivitas vaksin COVID-19 adalah sebagai berikut:

Pada peride Januari-Maret, proporsi nakes yang mendapat perawatan karena COVID-19 adalah sebagai berikut:

  • 12 persen belum vaksin
  • 19,3 persen baru vaksin pertama
  • 18 persen sudah vaksin lengkap

Sedangkan para periode April-Juni, proporsi nakes yang mendapat perawatan adalah:

  • 24 persen belum vaksin
  • 8,1 persen vaksin pertama
  • 3,3 persen vaksin lengkap

"Sepanjang Januari sampai Juni, tercatat 20 tenaga kesehatan meninggal akibat COVID-19 dan sebagian besar yaitu 75 persen kematian adalah yang belum mendapat vaksinasi atau baru mendapat vaksinasi dosis pertama," papar dr Nadia.

Proporsi fatalitas pada periode Januari-Maret adalah:

  • 0,68 persen belum vaksin
  • 0,3 persen vaksin pertama
  • 0,2 persen vaksin lengkap

Sedangkan proporsi fatalitas pada periode April-Juni adalah:

  • 2,5 persen belum vaksin
  • 1,85 persen vaksin pertama
  • 0,16 persen vaksin lengkap


Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)