Minggu, 15 Agu 2021 10:56 WIB

Fakta-fakta Vaksin Sinovac yang Kabarnya Bakal Dipakai Jerinx

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Musisi I Gede Ari Astina atau yang biasa dipanggil Jerinx didampingi istrinya Nora Alexandra memenuhi panggilan kepolisian untuk diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (13/8/2021). Jerinx menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai tersangka dugaan pengancaman yang dilaporkan oleh Adam Deni. ANTARA FOTO/Sinta Rabani/hma/foc. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Musisi kontroversial I Gede Ari Astina alias Jerinx dikabarkan bakal menerima vaksin COVID-19 Sinovac. Kabar tersebut mencuat dari sebuah unggahan di akun @true_jrx.

"Setelah baca2 ilmu dan diskusi dengan virolog Dr Indro (Link utk kontak blio ada di bio saya) - saya putuskan besok akan mengambil vaxx Sinovac," tulis akun tersebut, Minggu (15/8/2021).

Jerinx belakangan ini tengah bermasalah tersangkut dugaan pengancaman terhadap influencer Adam Deni. Polda Metro Jaya tengah memfasilitasi mediasi untuk keduanya.

Terkait vaksin Sinovac yang kabarnya akan dipakai Jerinx, berikut fakta-fakta yang dirangkum detikcom.

1. Ada 2 produk yang digunakan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan 2 Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 buatan Sinovac. EUA pertama dikeluarkan pada 11 Januari 2021 untuk vaksin jadi yang diimport dengan nama CoronaVac, sedangkan EUA kedua diberikan pada 16 Februari 2021 untuk bulk vaksin Sinovac yang dikemas oleh PT Bio Farma.

Vaksin buatan China ini menggunakan platform inactivated virus.

[Gambas:Instagram]



2. Efikasi

Berdasarkan uji klinis di sejumlah negara, vaksin Sinovac telah dinyatakan memenuhi standar minimal yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia WHO yakni 50 persen. Uji klinis di Bandung menunjukkan efikasi 65,3 persen, di Turki 91,25 persen, dan di Brazil 78 persen.

"Jumlah subjek yang memiliki antibody untuk melawan virus tersebut yaitu 99,74 persen setelah 14 hari penyuntikan dan 99,23 persen setelah 3 bulan," kata Kepala BPOM Penny K Lukito.

3. Bisa untuk lansia dan anak-anak

Vaksin Sinovac juga telah mengantongi EUA dari BPOM RI untuk lansia berusia 60 tahun ke atas, serta anak-remaja usia 12-17 tahun.

4. Efek samping

Beberapa kemungkinan efek samping yang terangkum dalam uji klinis adalah sebagai berikut:

Efek samping lokal:

  • Nyeri
  • Indurasi atau iritasi
  • Kemerahan
  • Pembengkakan

Efek samping sistemik:

  • Myalgia atau nyeri otot
  • Fatigue atau kelelahan
  • Demam

BPOM mengatakan, efek samping vaksin Sinovac umumnya ringan dan akan membaik dengan sendirinya.



Simak Video "Pengumuman! BPOM Terbitkan EUA Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)